Dorong Industri Padat Karya, Pemerintah Siapkan Insentif Pajak

Kompas.com - 20/03/2017, 20:30 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com -Pemerintah menggelar rapat koordinasi terbatas tentang strategi pengembangan industri di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Usai rapat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan mendorong industri padat karya yang berorientasi ekspor. Namun, ia menyadari hal itu membutuhkan insentif fiskal.

"Kami mengharapkan adanya potongan perpajakan yang bisa digunakan untuk reinvestasi," ujarnya.

(Baca: Presiden Minta Menkeu Berikan Insentif kepada Industri Padat Karya)

Namun Airlangga belum bisa bicara banyak ihwal insentif pajak itu. Sebab tutur dia, rencana itu masih membutuhkan pembicaraan dengan kementerian teknis lainnya.

Meski begitu, tak hanya insentif pajak saja yang dibutuhkan industri padat karya. Ada sejumlah kebutuhan lainnnya untuk mendorong pertumbuhan industri tersebut.

Pemerintah, tutur Airlangga, akan membahas satu per satu industri padat karya untuk mengidentifikasi rincian kebutuhan insentif.

"Misalkan untuk industri alas kaki dan garmen butuh apa, kemudian industri berbasis agriculture butuhnya apa, industri perhiasan, kosmetik, makan dan minuman, berbasis karet," kata Menperin.

(Baca: Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor Diusulkan Dapat Insentif Pajak)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.