Pertahankan Operasi, INCO Belanjakan Modal Rp 1,19 Triliun Tahun Ini

Kompas.com - 27/03/2017, 21:59 WIB
Ilustrasi nikel ShutterstockIlustrasi nikel
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada tahun ini akan mengalokasikan belanja modal mendekati 90 juta dollar AS atau hampir Rp 1,19 triliun (kurs 13.300).

Menurut Direktur Keuangan INCO Febriany, sebagian besar dari belanja modal tersebut diperuntukkan pada area Sorowako.

"Sebagian besar untuk area Sorowako, untuk mempertahankan keberlangsungan operasi perusahaan. Karena smelter sudah beroperasi 40 tahun, jadi memang perlu peremajaan," kata Febriany di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Sumber pendanaan belanja modal, kata dia, berasal dari internal perusahaan. Oleh karenanya, ia pun berharap harga nikel segera membaik.

Pada tahun 2016, harga nikel anjlok 22 persen dibandingkan 2015. Laba bersih INCO pun merosot drastis dari 50,5 juta dollar AS pada 2015 menjadi hanya 1,9 juta dollar AS pada 2016.

Direktur Utama INCO Nico Kanter mengatakan, tahun ini mereka akan memaksimalkan kapasitas produksi sama seperti tahun lalu sebesar 80.000 metrik ton nikel.

Namun, ia pesimistis harga nikel bakal segera pulih, apalagi pemerintah telah mengeluarkan kebijakan relaksasi mineral, termasuk nikel dengan kadar rendah di bawah 1,7 persen.

"Kami melihat justru ini akan men-drive harga turun," ucap Nico. "Semua laporan internasional menyampaikan hal yang sama, concern terhadap relaksasi ekspor yang tidak terkontrol," tandas Nico.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X