Menhub Petakan Enam Titik Rawan Pada Musim Mudik Lebaran 2017?

Kompas.com - 05/04/2017, 08:19 WIB
Ilustrasi: Pertigaan Brexit ramai lancar jelang libur akhir tahun, Jumat (23/12/2016) Rakhmat Nur Hakim/Kompas.comIlustrasi: Pertigaan Brexit ramai lancar jelang libur akhir tahun, Jumat (23/12/2016)
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub Budi Karya Sumadi memetakan titik rawan pada musim mudik dan arus balik lebaran 2017.

Terdapat enam titik yang menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) musim mudik lebaran

"Ada enam titik rawan yang harus kita awasi yaitu Bandara Soekarno Hatta, Merak, Stasiun Senen, Brebes Exit (Brexit), Pelabuhan Batam dan Pelabuhan di Balikpapan," ujar Budi Karya dalam keterangannya, Rabu (5/4/2017).

Budi Karya menuturkan, bahwa Kemenhub juga memetakan sembilan titik kemacetan di ruas jalan tol. Sembilan titik itu diantaranya, Tangerang-Merak, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Cileunyi dan Jagorawi. 

"Dari sekian banyak titik yang menjadi perhatian adalah Brexit karena tahun lalu kepadatan terjadi di arus tol tersebut," katanya.

Untuk antisipasi kemacetan di Brexit, Kemenhub sudah menyiapkan dua konsep penanganan. Pertama, akan memfungsikan jalan tersebut sesuai proporsinya karena pada dasarnya ada ruas jalan lain yang bisa dilewati selain jalan tol yakni jalur utara dan jalur selatan. 

Kedua, dengan membatasi jumlah kendaraan yang masuk dan keluar. Contohnya jika antrian di Brexit melampaui 2 kilometer maka gerbang sebelumnya akan ditutup, begitu seterusnya sampai di Jakarta.

"Konsep ini sudah diujicoba dua kali pada Idul Adha dan Tahun Baru kemarin. Kita juga akan lihat, apakah tol Brebes - Semarang sudah bisa difungsikan pada saat angkutan lebaran nanti," tutur dia.

Kemenhub memprediksi jumlah penumpang angkutan mudik lebaran mengalami kenaikan sebesar 4,85 persen dari tahun sebelumnya. Sementara,  jumlah angkutan pribadi mobil mengalami kenaikan sebesar 18,18 persen dan angkutan motor mengalami kenaikan sebesar 13,92 persen.

"Jumlah penumpang tahun ini diprediksi akan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sekitar 18 juta menjadi 19 juta dan kita prediksi kenaikan penumpang terbesar pada angkutan lebaran tahun ini melalui udara yaitu sebesar 9,75 persen," imbuh dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X