Pemkab Semarang Bubarkan 200 Koperasi "Abal-abal"

Kompas.com - 12/04/2017, 17:28 WIB
Bupati Semarang Mundjirin menggelar jumpa pers, Rabu (1/3/2017) sore, terkait rekomendasi pimpinan DPRD tentang kasus plagiasi Raperda. KOMPAS.com/SYAHRUL MUNIRBupati Semarang Mundjirin menggelar jumpa pers, Rabu (1/3/2017) sore, terkait rekomendasi pimpinan DPRD tentang kasus plagiasi Raperda.
|
EditorAprillia Ika

UNGARAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus menertibkan keberadaan koperasi abal-abal yang hanya berorientasi mendapatkan bantuan dana hibah dari pemerintah.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, sebanyak 200 koperasi abal-abal akan dibubarkan karena keberadaannya hanya ingin memanfaatkan dana hibah dari Pemkab Semarang.

"Ada 174 yang dibubarkan, kedepan mencapai 200. Kami bubarkan karena mereka tidak ada kegiatan alias abal-abal," kata Mundjirin, Rabu (12/4/2017) siang.

Indikasi abal-abal, kata Mundjirin, selain mati suri atau tanpa kegiatan, ada juga yang sudah tidak berpengurus sama sekali. Ada beberapa pengurusnya yang menghilang dan ada pula yang nama pengurusnya fiktif.

Beberapa koperasi yang terdeteksi abal-abal tersebut akan diambil tindakan tegas, yakni dengan aksi pembubaran. Maraknya koperasi di Kabupaten Semarang dipicu adanya dana hibah dari Pemkab Semarang sebesar Rp 25 juta per koperasi.

"SK Pembubaran sudah ada, tinggal eksekusi," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, M Nasir mengatakan, jumlah koperasi di Kabupaten Semarang saat ini sebanyak 668 unit.

Sementara koperasi yang masih rutin melaporkan adanya RAT (Rapat Anggota Tahunan), hanya sebanyak 140 dari 441 koperasi yang masih aktif.

"Sisanya tidak jelas. Ada yang dua tahun atau tiga tahun sekali melakukan RAT," kata Nasir.

Menurut Nasir, koperasi yang selama lebih dari lima tahun tidak pernah melakukan dan melaporkan adanya RAT akan dibubarkan. Namun sebelum dibubarkan, pihaknya melayangkan surat peringatan kepada koperasi bersangkutan.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.