Kuartal I 2017, Penjualan Rokok HM Sampoerna Turun 1,7 Miliar Batang

Kompas.com - 27/04/2017, 17:52 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis saat jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT HM Sampoerna Tbk. di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar PT HM Sampoerna Tbk. menyetujui Mindaugas Trumpaitis secara resmi menggantikan Paul Janelle sebagai Presiden Direktur Sampoerna. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPresiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis saat jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT HM Sampoerna Tbk. di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar PT HM Sampoerna Tbk. menyetujui Mindaugas Trumpaitis secara resmi menggantikan Paul Janelle sebagai Presiden Direktur Sampoerna.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) pada tiga bulan pertama tahun ini tercatat sebanyak 23,4 miliar batang. Penjualan rokok HM Sampoerna tersebut turun 1,7 miliar batang atau 6,9 persen dibandingkan periode sama tahun 2016 yang mencapai 25,1 miliar batang.

Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis, mengatakan penurunan terbesar dialami segmen sigaret putih mesin (SPM) yang turun 700 juta batang. Berturut-turut setelahnya yaitu segmen sigaret kretek mesin (SKM) yang turun 600 juta batang dan sigaret kretek tangan (SKT) yang turun 500 juta batang.

"SKT terus turun, tetapi perusahaan terus mencari cara untuk menyeimbangkan penurunan segmen SKT, termasuk melalui pengenalan edisi spesial varian Dji Sam Soe "10+2", yang berisikan 10 rokok Dji Sam Soe reguler dan dua rokok Dji Sam Soe Super Premium," kata Trumpaitis usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Lebih lanjut Trumpaitis mengatakan, perusahaan akan berupaya meningkatkan pangsa pasar ekspor ke beberapa destinasi di Asia, Afrika, dan Eropa. Sementara itu, terkait maraknya rokok elektrik yang beredar di pasaran saat ini, HM Sampoerna akan melihat perkembangan dari permintaan pasar.

"Kalau konsumen meminta untuk meluncurkan produk itu, kami akan luncurkan," ucap Trumpaitis. Meskipun volume penjualan turun pada kuartal-I 2017, namun secara nilai pendapatan HM Sampoerna meningkat 3 persen dari Rp 21,9 triliun pada kuartal-I 2016 menjadi Rp 22,6 triliun pada kuartal-I 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X