Kompas.com - 26/05/2017, 07:49 WIB
Joanne Kua Ying Fei, Chief Executive Officer KSK Group, dan juga Managing Director KSK Land  (Kanan) berbincang dengan Michael Henssler, Managing Director Key International Hotels Management dan President Kempinski SA China, di galeri marketing 8 Conlay di Kuala Lumpur, Rabu (23/5/2017). KOMPAS.com/APRILLIA IKAJoanne Kua Ying Fei, Chief Executive Officer KSK Group, dan juga Managing Director KSK Land (Kanan) berbincang dengan Michael Henssler, Managing Director Key International Hotels Management dan President Kempinski SA China, di galeri marketing 8 Conlay di Kuala Lumpur, Rabu (23/5/2017).
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - KSK Land, anak usaha perusahaan asuransi KSK Group, membangun proyek branded residential atau hunian mewah 8 Conlay di Jalan Conlay di jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2020-2021 mendatang.

Joanne Kua Ying Fei, Chief Executive Officer KSK Group, dan juga Managing Director KSK Land mengatakan bahwa dari dua tower apartemen yang akan dibangun di atas lahan 1,6 hektar tersebut, saat ini sudah 70 persen terjual.

Menurut Joanne Kua, pihaknya menyasar 60 persen ekspatriat sebagai pembeli proyek unit apartemen mewah ini. Sementara sisanya, 40 persen, untuk warga Malaysia.

"Kami menyasar 60 persen pembeli adalah foreigner (orang asing). Kami sasar orang asing dari China, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Jepang, Timur Tengah dan Indonesia," ujar Joanne Kua di galeri 8 Conlay di Kuala Lumpur, Rabu (23/5/2017).

Menurut dia, saat ini pembeli dari Indonesia berkisar 1 persen dari total pembeli asing yang sudah meneken pembelian apartemen mewah ini.

"Kami targetkan jumlah pembeli dari Indonesia akan naik di atas 1 persen. Kami sasar Indonesia karena dekat, memiliki kesamaan kultur, budaya dan bahasa. Kami juga sasar mereka yang concern pada edukasi di Malaysia," lanjutnya.

Dia melanjutkan, KSK Land menargetkan seluruh unit di Tower A yang terdiri dari 564 unit hunian mewah, akan 100 persen terjual per Juni 2017.

Dari informasi yang Kompas.com dapatkan dari pihak 8 Conlay, jumlah pembeli dari Indonesia sedikit pasalnya pada akhir 2016-awal 2017 Indonesia sedang melaksanakan tax amnesty. Sehingga, lebih banyak pembeli asing berasal dari China.

(Baca: Mengapa Orang Indonesia Suka Beli Properti di Luar Negeri?)

Asal tahu saja, Proyek 8 Conlay merupakan proyek pembangunan dua tower apartemen mewah, pusat perbelanjaan serta hotel bintang lima di jantung kota Kuala Lumpur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Ditutup Naik, Saham Big Caps Laris Diborong Asing

IHSG Ditutup Naik, Saham Big Caps Laris Diborong Asing

Whats New
Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Whats New
Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Whats New
Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Whats New
Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Whats New
Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Work Smart
Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Spend Smart
Kena Serangan 'Ransomware', Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Kena Serangan "Ransomware", Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Whats New
Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Whats New
Lewat 'Tender Offer' Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Lewat "Tender Offer" Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Whats New
Lion Air Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Cara Daftarnya

Lion Air Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Cara Daftarnya

Work Smart
IHSG Menguat di Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Menguat di Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.