Pertamina Isyaratkan Kelola Sendiri Delapan Blok Migas Terminasi

Kompas.com - 14/06/2017, 19:52 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jakarta, Kamis (16/3/2017) KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIDirektur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jakarta, Kamis (16/3/2017)
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina belum memberikan jawaban kepada Pemerintah, terkait tawaran untuk mengelola delapan blok migas yang akan habis masa kontraknya (terminasi) pada tahun depan.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan bahwa pihaknya akan segera memberi jawaban terkait permintaaan pemerintah tersebut pada akhir bulan ini.

(Baca: Pemerintah: Pertamina Harus Ambil Alih Blok Migas yang Kontraknya Akan Habis)

Ia mengisyaratkan, Pertamina akan mengelola sendiri delapan blok tersebut antara lain, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok Tuban, Blok Tengah, Blok South East Sumatera, Blok East Kalimantan, Blok NSO, dan Blok B.

"Akhir bulan ini kita kirim jawaban. Tapi kelihatannya positif semuanya," kata Elia di Terminal BBM Jakarta Group, Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (14/6/2017).

Meski demikian, Elia mengatakan masih butuh diskusi dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, I Gusti Nyoman Wiratmaja terlebih dulu.

"Nanti kita diskusi dengn Pak Wiratmaja," kata Elia.

Diketahui, banyak perusahaan yang tertarik menggarap blok migas yang habis masa kontraknya (terminasi) itu. Salah satu yang disebut-sebut sangat tertarik adalah perusahaan minyak asal Malaysia, yakni Petronas.

Perusahaan hulu migas asal Malaysia itu pun masih menunggu penawaran kerja sama Pertamina, untuk bergabung menggarap di salah satu blok terminasi itu.

PT Pertamina sendiri masih memikirkan untuk mengelola delapan blok migas terminasi tahun depan itu. Alasannya, pemerintah mewajibkan memakai skema bagi hasil gross split untuk seluruh blok tersebut.

(Baca: Pemerintah Tak Jamin Pertamina Pasti Kelola Blok Migas)

Kementerian ESDM memberikan tenggat waktu sampai akhir bulan ini kepada Pertamina untuk memberi jawaban, merinci detail, apakah blok tersebut masih ekonomis atau tidak untuk dikelola.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.