John Patrick Ellis
Pegiat Fintech

Anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH)
Co-founder dan CEO, C88 Financial Technologies Group (CekAja.com)

"E-Commerce" dalam Keuangan: Membangun Kanal Distribusi Digital Baru

Kompas.com - 15/06/2017, 12:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAprillia Ika

Salah satu keyakinan era ‘genesis internet’ pada pertengahan hingga akhir 1990an adalah bahwa seluruh aspek vertikal ekonomi akan bermigrasi secara online. Praktis, seluruh sektor – termasuk jasa keuangan digital – mengikuti semangat tersebut, dengan antusiasme tanpa batas.

Terdapat gagasan-gagasan besar dari era tersebut; perbankan berbasis internet, pembayaran digital, penjaminan langsung, investasi terautomasi, analisis komparatif suku bunga dan bahkan soal mata uang yang terdesentralisasi.

Dari sekian banyak perusahaan yang masuk dalam klasifikasi pra-fintech, hanya beberapa yang berhasil menjadi merek global. Segelintir pula yang menuai sukses di negara tertentu atau dalam kelompok pasar tertentu. Umumnya, perusahaan pada era tersebut terenggut oleh seleksi alam. Keuangan berbasis internet pun sempat ‘hibernasi’. Satu dekade kemudian, diawali krisis keuangan global 2008, berbagai ide terkait ‘fintech’ bangkit kembali.

Konsensus baru terbentuk, bahwa berbagai katalis berbenturan dan mengakibatkan: krisis keuangan yang menimbulkan ketidakpercayaan pada lembaga keuangan konvensional; sejumlah regulasi muncul dan sangat membatasi pergerakkan lembaga, namun tidak dapat menahan perkembangan para pakar teknologi; terciptanya smartphone yang terdistribusi secara global dengan pesat; ribuan individu dengan berbagai keahlian keuangan spesifik mencari sumber penghasilan baru; adanya satu kebijakan moneter yang diadopsi oleh bank sentral di banyak negara, yang membuka dunia dengan akses modal berbunga rendah; munculnya berbagai inovasi seperti blockchain; dan tren modal dari private equity yang mengalir ke sektor keuangan berbasis internet.

Seperti udara yang menggelembungkan sebuah balon, sektor fintech secara global mengalami inflasi. Amerika Serikat, Eropa, Cina dan India secara simultan mengalami ledakan inovasi keuangan berbasis teknologi. Namun faktor penggerak utama dari setiap ekspansi pasar, sangatlah berbeda dalam hal karakteristik.

Di dunia barat, para wirausahawannya menciptakan sebuah narasi mengenai disintermediasi, hipotesa mengenai disrupsi yang menggambarkan lembaga keuangan konvensional menjelang kiamat akibat teknologi. Pesan-pesan pemasarannya pun bermain dengan konsep kepercayaan dan generalisasi yang bercabang.

Di dunia timur, dimana sejumlah besar masyarakatnya kurang atau tidak memiliki akses sama sekali terhadap jasa keuangan, berkembang narasi yang sama sekali berbeda; bahwa inklusi, partisipasi, dan pertumbuhan, lebih potensial dibandingkan disrupsi dan disintermediasi.

Di negara dimana tidak terdapat cukup data dan infrastruktur untuk melayani warganya, lembaga keuangan ibarat pulau-pulau tanpa jembatan untuk terkoneksi. Banyak warga, meski memiliki keinginan, tidak mendapatkan layanan sama sekali. Smartphone dan data yang tercipta dari jejak gaya hidup digital pengguna-lah yang membangun jembatan itu, dan pada akhirnya mempertemukan suplai dengan permintaan.

Dua elemen tersebut bertemu dalam skala besar dan inovasi luar biasa mulai bermunculan di Cina dan India. Permintaan yang tinggi mendorong pertumbuhan pesat aplikasi web dan mobile, dan acapkali dikemas menjadi satu dan saling melengkapi layanan digital.

Namun, sisi suplai – terlalu lama berkutat dalam dunia analog – tidak melakukan lompatan langsung, terlebih ke platform digital. Terjadi kelangkaan persediaan yang membuat para penyedia jasa tidak berkompetisi layaknya di dunia barat. Di belahan timur, penyedia jasa bermanifestasi menjadi satu untuk memberikan akses bagi masyarakat yang sebelumnya tidak tersentuh. Sekejap saja, perusahaan fintech raksasa bermunculan – bukan akibat kompetisi namun sebagai hasil inovasi.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Whats New
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Whats New
Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Whats New
Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Whats New
Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Whats New
BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Whats New
Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Whats New
BCA Gelontorkan Rp 5,65 Miliar ke 18 Perguruan Tinggi Untuk Program Beasiswa

BCA Gelontorkan Rp 5,65 Miliar ke 18 Perguruan Tinggi Untuk Program Beasiswa

Whats New
Syarat dan Cara Buka Rekening Tabungan Haji lewat BSI Mobile

Syarat dan Cara Buka Rekening Tabungan Haji lewat BSI Mobile

Whats New
Menteri ESDM Gelar Raker dengan Menperin, Bahas Isu Krisis Energi

Menteri ESDM Gelar Raker dengan Menperin, Bahas Isu Krisis Energi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.