Tertekan "Profit Taking", IHSG Akhir Pekan Ditutup Turun 0,9 Persen

Kompas.com - 16/06/2017, 16:39 WIB
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan di akhir pekan ini, Jumat (16/6/2017) ditutup melemah, seiring dengan aksi ambil untung investor domestik.

Transaksi di lantai bursa cukup ramai sepanjang hari ini, setelah pada hari-hari sebelumnya relatif sepi. Investor asing kembali masuk ke lantai bursa, yang terlihat dari net buy yang dicatatkan para pemodal tersebut.

Di awal perdagangan, indeks sempat bergerak di zona hijau. Namun seiring dengan derasnya aksi jual investor domestik, IHSG tertekan hingga memasuki zona merah.

Dari regional, bursa di kawasan Asia Pasifik ditutup mixed. Investor mencermati sejumlah isu. Selain rontoknya saham-saham teknologi di Wall Street yang terjadi sebelumya, investor juga mempertimbangkan langkah bank sentral Jepang yang tetap melonggarkan kebijakan moneternya.

Pukul 16.00 IHSG ditutup turun sebesar 52,64 poin atau 0,9 persen di posisi 5.723,64. Sebanyak 132 saham diperdagangkan menguat, 197 saham melemah dan 104 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 9,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,14 triliun. Adapun net buy investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 198,35 miliar dan di pasar reguler sebesar Rp 162,61 miliar.

Saham-saham yang membebani pergerakan indeks meliputi BBCA (Rp 17.800), ASII (Rp 8.725), BMRI (Rp 12.475) dan UNTR (Rp 26.500).

Adapun saham-saham yang menahan indeks tidak melemah lebih dalam yakni TLKM (Rp 4.370), BBRI (Rp 14.675) dan HMSP (Rp 3.830).

Seluruh indeks sektoral ditutup memerah di akhir pekan ini, di mana sektor perdagangan mencatatkan pelemahan paling dalam, yakni 1,9 persen.

Sektor-sektor lainnya yakni konsumer (-0,74 persen), agribisnis (-0,11 persen), manufaktur (-1,31 persen), aneka industri (-1,71 persen), pertambangan (-0,81 persen), infrastruktur (-0,16 persen).

Lainnya adalah keuangan (-0,85 persen), industri dasar (-1,06 persen), serta properti (-0,81 persen).

Adapun nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 13.299 per dollar AS.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X