Kompas.com - 19/06/2017, 13:44 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Inspektur Jenderal Royke Lumowa secara resmi melepas tim Mudik Gesit Kompas Gramedia.

Adapun pelepasan tersebut dilakukan di Kawasan Kantor Pusat Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Senin (19/6/2017).

"Saya apresiasi Kompas Gramedia begitu serius mbuat liputan mudik, karena kami juga begitu serius, dan Bapak Presiden mengamanahkan kepada kami dan Insya Allah akan lebih baik," ujar Menhub Budi Karya Sumadi.

Menhub menambahkan, untuk para awak media yang bertugas untuk lebih hati-hati dan terus menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas liputan Mudik Gesit 2017

"Kepada rekan-rekan yang ada di lapangan, memang lapangan tidak mudah, dan Insya Allah apa yang kita lakukan berhasil," papar Menhub.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo menambahkan, program Mudik Gesit Kompas Gramedia merupakan kolaborasi yang tepat dalam menyediakan informasi seputar mudik 2017 yang bekerja sama dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

"Kolaborasi yang ideal, Kompas Gramedia dengan berbagai medianya, bekerja sama dengan Korlantas," jelasnya.

Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosianna Silalahi mengatakan, program Mudik Gesit 2017 merupakan komitmen Kompas Gramedia dalam menyediakan sumber informasi seputar arus mudik yang akurat dan terpercaya.

"Ini adalah komitmen Kompas Gramedia untuk senantiasa memenuhi informasi bagi para pemudik," ujar Rosi.

Adapun program Mudik Gesit Kompas Gramedia melibatkan semua media Kompas Gramedia yakni Harian Kompas, Kompas.com, Kompas TV, Radio Sonora, yang tersebar di beberapa lokasi jalur mudik, mulai dari jalur selatan, jalur utara hingga palabuhan Merak.

Berdasarkan data Litbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) arus mudik pada tahun 2017 diperkirakan, lebih dari 28,5 juta orang akan mudik pada momentum Lebaran 2017.

Dengan rincian, pemudik yang menggunakan sepeda motor 6,07 juta orang, bus umum 4,32 juta orang, mobil pribadi 3,48 juta orang, pesawat terbang 5,4 juta orang, kereta api 4,37 juta orang, kapal laut 0,96 juta orang, dan kapal cepat 3,98 juta orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Siapkan Gerai Pendaftaran di SPBU bagi Masyarakat yang Tak Punya MyPertamina

Pertamina Siapkan Gerai Pendaftaran di SPBU bagi Masyarakat yang Tak Punya MyPertamina

Whats New
Harga Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
Cek Tarif Tol Bandara Juanda Terbaru dan Sistem Pembayarannya

Cek Tarif Tol Bandara Juanda Terbaru dan Sistem Pembayarannya

Spend Smart
Sri Mulyani Sedih, dari Luasnya Hutan RI, Negara Cuma Dapat Rp 5 Triliun

Sri Mulyani Sedih, dari Luasnya Hutan RI, Negara Cuma Dapat Rp 5 Triliun

Whats New
Sulit Dapat Untung, Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Sulit Dapat Untung, Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Whats New
RI Punya Hutan Luas tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

RI Punya Hutan Luas tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

Whats New
150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

Rilis
Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Whats New
Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Whats New
Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Whats New
Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Whats New
AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Whats New
IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

Whats New
Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Ciamis Jalani Uji Coba Pembelian Pertalite-Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Mulai 1 Juli 2022

Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Ciamis Jalani Uji Coba Pembelian Pertalite-Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Mulai 1 Juli 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.