Menperin Tagih Realisasi Investasi Korea Selatan di Sektor Industri

Kompas.com - 03/07/2017, 20:00 WIB
Menperin Airlangga Hartarto saat acara open house di kediamannya di Kawasan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenperin Airlangga Hartarto saat acara open house di kediamannya di Kawasan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Meneprin) Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada 3-6 Juli 2017.

Selama di Negeri Ginseng tersebut, agenda Menperin meliputi pertemuan bisnis dengan jajaran direksi Lotte dan LG, menjadi pembicara pada kegiatan ASEAN Leadership Conference, serta mengunjungi pabrik baja Posco.

“Hubungan kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri antara Indonesia dengan Korea Selatan patut diperkuat,” kata Airlangga melalui keterangan resmi, Senin (3/7/2017).

Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono serta Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Korea Selatan adalah investor nomor tiga terbesar di Indonesia.

Di sektor industri manufaktur, perusahaan-perusahaan Korea Selatan berkontribusi hingga 71 persen dari total investasi selama lima tahun terakhir sebesar 7,5 miliar dollar AS.

Bahkan, pabrik-pabrik tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 900 ribu orang.

Airlangga menjelaskan, pihaknya tengah membidik investor Korea Selatan, yakni Lotte Chemical Titan agar segera merealisasikan penanaman modalnya sebesar 3 hingga 4 miliar dollar AS.

Perusahaan tersebut akan memproduksi naphtha cracker dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun.

“Bahan baku kimia tersebut diperlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene dan produk turunan lain,” ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah memfokuskan industri petrokimia sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan pembangunannya di dalam negeri.

Industri petrokimia berperan penting sebagai pemasok bahan baku bagi banyak manufaktur hilir seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetika hingga farmasi.

Sebelumnya, Kemenperin juga telah mengusulkan agar industri petrokimia termasuk sektor yang perlu mendapatkan penurunan harga gas karena sebagai sektor pengguna gas terbesar dalam proses produksinya.

“Dengan harga gas yang kompetitif, daya saing industri petrokimia nasional makin meningkat,” tegas Airlangga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadapi Tuduhan Ekspor Benur, Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris

Hadapi Tuduhan Ekspor Benur, Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris

Whats New
Kemenperin Fasilitasi United Bike Serap Komponen Produk IKM

Kemenperin Fasilitasi United Bike Serap Komponen Produk IKM

Whats New
Terhantam Corona, Produsen Masker N95 Ini PHK 2.900 Pekerja

Terhantam Corona, Produsen Masker N95 Ini PHK 2.900 Pekerja

Whats New
Harga Batu Bara Acuan Desember Naik Jadi 59,65 Dollar AS per Ton, Ini Penyebabnya

Harga Batu Bara Acuan Desember Naik Jadi 59,65 Dollar AS per Ton, Ini Penyebabnya

Whats New
Ekonom: Holding BUMN Pembiayaan Mikro Beri Beberapa Keuntungan

Ekonom: Holding BUMN Pembiayaan Mikro Beri Beberapa Keuntungan

Whats New
Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Merek untuk UMKM?

Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Merek untuk UMKM?

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Klaim Token Listrik Gratis | UMKM Menjadi Badan Usaha

[POPULER MONEY] Cara Klaim Token Listrik Gratis | UMKM Menjadi Badan Usaha

Whats New
Luhut dan Erick Bujuk Jepang untuk Suntik Dana di Lembaga Pengelola Investasi RI

Luhut dan Erick Bujuk Jepang untuk Suntik Dana di Lembaga Pengelola Investasi RI

Whats New
Kompasianival 2020: Tepatkah Memulai Usaha dalam Kondisi Saat Ini?

Kompasianival 2020: Tepatkah Memulai Usaha dalam Kondisi Saat Ini?

Rilis
BCA Dorong Metode Pembelajaran Virtual yang Kreatif di Indonesia Timur

BCA Dorong Metode Pembelajaran Virtual yang Kreatif di Indonesia Timur

Whats New
Menaker: Perusahaan Harus Beri Ruang kepada Penyandang Disabilitas

Menaker: Perusahaan Harus Beri Ruang kepada Penyandang Disabilitas

Whats New
Kemendag Sebut India Bisa Kembali Bergabung dalam RCEP

Kemendag Sebut India Bisa Kembali Bergabung dalam RCEP

Whats New
Pelaku Industri Minta Kebijakan Zero ODOL Diterapkan pada 2025

Pelaku Industri Minta Kebijakan Zero ODOL Diterapkan pada 2025

Whats New
Minta UMKM Percepat Adopsi Digital, Menteri Teten: Jangan Sampai Pasar Kita Diambil Luar

Minta UMKM Percepat Adopsi Digital, Menteri Teten: Jangan Sampai Pasar Kita Diambil Luar

Whats New
Jelang Pengoperasian, Pelabuhan Patimban Uji Coba Kirim 22 Mobil ke Belawan

Jelang Pengoperasian, Pelabuhan Patimban Uji Coba Kirim 22 Mobil ke Belawan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X