Keyakinan Sri Mulyani di Tengah Penerimaan Perpajakan yang Lesu...

Kompas.com - 11/07/2017, 20:45 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017). Kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja dan dialog ekonomi dengan para pelaku pasar modal. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGMenteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017). Kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja dan dialog ekonomi dengan para pelaku pasar modal.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani masih meyakini ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,2 persen pada tahun ini.

Padahal realisasi penerimaan perpajakan hingga Juni 2017 hanya Rp 571 triliun, atau 38,2 persen dari target. Ia melihat 4 motor penggerak pertumbuhan ekonomi yakni konsumsi rumah tangga, ekspor-Impor, konsumsi pemerintah, dan investasi masih ada di zona positif.

"Pertumbuhan ekonomi kan enggak semua tertanggung dari APBN. Justru kalau dilihat dari GDP, mayoritas kegiatan itu konsumsi hampir 59 persen dan investasi 20 persen lebih," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Sementara itu, pemerintah meyakini kontribusi ekspor kepada pertumbuhan ekonomi akan lebih besar. Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekspor Indonesia yang mencapai 69,2 miliar dollar pada Januari-Mei 2017.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), data ekspor Indonesia itu meningkat hingga 19,93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah tetap menjaga akselerasi belanja pemerintah pusat dengan tidak melakukan pemangkasan anggaran seperti yang terjadi tahun lalu.

Di RAPBN-P 2017, total belanja negara mencapai Rp 2.111 triliun sementara pendapatan hanya Rp 1.750 triliun. Artinya terjadi defisit sekitar Rp 362 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB nasional.

Defisit ini lebih besar dibandingkan defisit anggaran tahun lalu yang hanya Rp 308 triliun, atau 2,49 terhadap PDB nasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X