Perjanjian IA-CEPA Diproyeksi Genjot Ekspor Mobil Listrik

Kompas.com - 13/03/2019, 16:15 WIB
Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan dalam Rapat Kerja, Rabu (13/3/2019) Fika Nurul UlyaMenteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan dalam Rapat Kerja, Rabu (13/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang sudah resmi diteken, diproyeksikan mampu membuka lebih lebar peluang menggenjot ekspor mobil listrik ke Australia. 

"Sebanyak 1,2 juta kendaraan yang akan diekspor ke Australia dalam kurun waktu dua tahun. Dalam kurun waktu dua tahun ini, industri harus bisa mempersiapkan produksinya," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dalam keterangan pers, Rabu (13/3/2019).

Kerja sama ini juga akan memberi peluang Indonesia untuk ekspor mobil listrik dan hibrid ke Negeri Kangguru tersebut dengan tarif preferensi nol persen. Dengan kesepakatan itu, 6.747 pos tarif barang asal Indonesia akan dibebaskan bea masuknya ke Australia.

Baca juga: Menperin Ubah Skema PPnBM Demi Dorong Pengembangan Mobil Listrik

Dalam sepuluh tahun terakhir, industri otomotif di Australia menutup pabriknya karena pasar negara kanguru tersebut dianggap tidak menguntungkan bagi para produsen mobil. Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat, selama ini Australia mengandalkan impor dari beberapa negara seperti Thailand, Jepang, China, dan India.

“Dengan demikian, potensi pasar otomotif di Australia sebesar 1,2 juta  sudah terbuka bagi produsen Indonesia,” ungkap Airlangga.

Berdasarkan tipe, permintaan mobil di Australia, jika digabung mobil penumpang dengan tipe Sport Utility Vehicle (SUV), setiap tahun bisa mencapai 70 persen dari total pasar di negeri tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menteri ESDM: Program Pengembangan Mobil Listrik Pasti Jalan

Mobil penumpang kerap kali diisi jenis mobil sedan ataupun crossover, sedangkan SUV serta mobil komersial yang paling banyak diburu tak lain adalah kabin ganda.

Daftar merek mobil paling laris di Australia antara lain Mazda 3, Toyota Corolla, Camry, Holden Toyota RAV 4, dan Hyundai i30. Selain itu, mobil-mobil kabin ganda seperti Toyota Hilux, Ford Ranger, serta Isuzu D Max mencatatkan penjualan moncer.

Rata-rata, penjualan Toyota di Australia mencapai 200.000 unit per tahun. Dengan hitungan tersebut, merek asal Jepang itu menguasai rata-rata 17,5 persen pasar otomotif.

Baca juga: Perpres Mobil Listrik Masih dalam Tahap Harmonisasi

Sejak lima tahun belakangan, volume pasar mobil di sana tidak bergeser jauh. Permintaan pasar tertinggi terjadi pada 2016, sebanyak 1,17 juta unit. Karakter pasar itu pun hampir serupa dengan Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Lakukan Pemutakhiran Rencana Strategis Pengembangan Infrastruktur Transportasi

Kemenhub Lakukan Pemutakhiran Rencana Strategis Pengembangan Infrastruktur Transportasi

Whats New
DKI Jakarta PPKM Level 2, Kapasitas Resepsi dan WFO Maksimal 50 Persen

DKI Jakarta PPKM Level 2, Kapasitas Resepsi dan WFO Maksimal 50 Persen

Whats New
Agar Sukses Jangkau Pasar Ekspor, Kemendag: Ekspor Produk Berkelanjutan

Agar Sukses Jangkau Pasar Ekspor, Kemendag: Ekspor Produk Berkelanjutan

Whats New
Auto2000 Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya

Auto2000 Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya

Work Smart
Kolaborasi Bank dan Dompet Digital Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan

Kolaborasi Bank dan Dompet Digital Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan

Whats New
Wamendag: Neraca Perdagangan RI Surplus karena E-Commerce

Wamendag: Neraca Perdagangan RI Surplus karena E-Commerce

Whats New
Kemenperin Dorong Pelaku Industri Ciptakan Industri Hijau yang Berkelanjutan

Kemenperin Dorong Pelaku Industri Ciptakan Industri Hijau yang Berkelanjutan

Whats New
Jangan Sampai Salah, Ini 5 Tips Investasi Emas

Jangan Sampai Salah, Ini 5 Tips Investasi Emas

Earn Smart
Sri Mulyani Waspadai Dampak Varian Omicron Terhadap Perekonomian

Sri Mulyani Waspadai Dampak Varian Omicron Terhadap Perekonomian

Whats New
Mandiri Sekuritas Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2022 di Kisaran 5,17 Persen

Mandiri Sekuritas Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2022 di Kisaran 5,17 Persen

Whats New
Mengenal Kakeibo, Seni Menyimpan Uang ala Orang Jepang untuk Tingkatkan Jumlah Tabungan

Mengenal Kakeibo, Seni Menyimpan Uang ala Orang Jepang untuk Tingkatkan Jumlah Tabungan

BrandzView
Kemendag Optimistis Surplus Neraca Dagang Tembus 2 Kali Lipat di Akhir Tahun

Kemendag Optimistis Surplus Neraca Dagang Tembus 2 Kali Lipat di Akhir Tahun

Whats New
Inovasi Layanan Perbankan, Bisa Transaksi Valas Langsung dari Rumah

Inovasi Layanan Perbankan, Bisa Transaksi Valas Langsung dari Rumah

BrandzView
5 Tips Menjaga Kerahasiaan PIN Kartu Debit dan Kredit Anda

5 Tips Menjaga Kerahasiaan PIN Kartu Debit dan Kredit Anda

Earn Smart
IHSG Menguat Pada Sesi I Perdagangan, Asing Borong TLKM, ITMG, dan DMMX

IHSG Menguat Pada Sesi I Perdagangan, Asing Borong TLKM, ITMG, dan DMMX

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.