KILAS

Sukseskan Program Serasi di Kalsel, Kementan Gandeng TNI AD

Kompas.com - 09/05/2019, 19:59 WIB
Kementerian Pertanian kerja sama dengan TNI AD untuk sukseskan program optimalisasi lahan rawa di Kalimantan Selatan. Dok. Humas Kementerian Pertanian RIKementerian Pertanian kerja sama dengan TNI AD untuk sukseskan program optimalisasi lahan rawa di Kalimantan Selatan.


KOMPAS.com
- Untuk menyukseskan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kementerian Pertanian ( Kementan) berkerja sama dengan TNI AD.

Kerja sama itu yakni dalam bentuk Koordinasi Pendampingan TNI AD ke Program #SERASI Kalsel.

Peran dan Fungsi TNI-AD dalam pendampingan pelaksanaan kegiatan ini antara lain mengkoordinasikan peran serta Babinsa dalam kegiatan yang dilaksanakan petani.

Lalu membantu pelaksanaan survei investigasi desain (SID) dalam hal sosialisasi kegiatan dan mendampingi dalam proses survei lapangan. Kemudian mendampingi dalam proses pengerjaan fisik di lapangan.

"TNI-ADI juga membantu menyampaikan laporan perkembangan kegiatan kepada koordinator yang ditetapkan Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) dan membantu memastikan semua spesifikasi pekerjaan telah terlaksana sesuai dengan rencana," papar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Adapun strategi percepatan yang akan dilakukan bersama TNI-AD di antaranya memetakan dan memverifikasi usulan Calon Lokasi atau Calon petani di tiap kabupaten. 

Adapun Tahap I Pelaksanaan Kegiatan tersebut diprioritaskan di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut serta dilanjutkan ke Kabupaten lainnya.

Saat ini eksavator bantuan dari Kemetan sebanyak 67 unit di Kalsel ditarik ke Kabupaten Barito Kuala. Pekerjaan fisik dilaksanakan secara paralel dengan penyelesaian SID dan Pemberkasan Kelompok.

"Lalu ada pendampingan Intensif oleh petugas pusat,propinsi, kabupaten dan TNI di masing masing titik Lokasi. Pencatatan petugas operator, pengamanan alat, transportasi dan asuransi oleh Penanggung Jawab Kegiatan," jelas Sarwo Edhy.

Percontohan di Jejangkit

Perlu diketahui, sebelum menentukan target 250.000 hektar (ha), Kementan sudah lama membuat percontohan optimalisasi lahan rawa di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan di luas lahan rawa 4.000 ha.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengecek kesiapan pilot pengembangan lahan rawa di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Selasa (16/10/2018).DOK Humas Kementerian Pertanian RI Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengecek kesiapan pilot pengembangan lahan rawa di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Selasa (16/10/2018).
"Kegiatan tersebut telah berhasil mengubah wajah pertanian rawa di Jejangkit, yang awalnya banyak lahan yang tidak dikelola karena faktor-faktor masalah pada laha rawa, saat ini lahan rawa di sana telah dikelola dan ditanami dengan tanaman padi," ungkap Sarwo Edhy.

Kegiatan pilot percontohan lahan pertanian terpadu yang dikembangkan melalui kegiatan optimasi lahan rawa bertumpu pada sejumlah kegiatan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X