Soal Tiket Pesawat Mahal dan Masuknya Maskapai Asing, Ini Kata Menteri Rini

Kompas.com - 10/06/2019, 17:49 WIB
Tanggapan Menteri BUMN Rini Soemarno soal harga tiket pesawa Garuda Indonesia yang terlalu mahal dan belum tahunya rencana masuknya maskapai asing dalam acara halal bihalal Kementrian BUMn di Jakarta, Senin (10/6/2019).KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Tanggapan Menteri BUMN Rini Soemarno soal harga tiket pesawa Garuda Indonesia yang terlalu mahal dan belum tahunya rencana masuknya maskapai asing dalam acara halal bihalal Kementrian BUMn di Jakarta, Senin (10/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rini Soemarno mengatakan pihaknya terus mengkaji harga tiket PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Pengkajian ini termasuk kemungkinan penurunan harga tiket di daerah-daerah tertentu.

"Garuda terus kita review. Insya Allah ke depannya lebih baik, kita coba berikan harga yang lebih baik. Ada daerah-daerah yang mungkin harus kita pikirkan untuk persoalan harga tiket ini," kata Rini di sela-sela acara halal bihalal Kementrian BUMN di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Namun, Rini mengaku tidak mengetahui detil penurunan maupun kenaikan penjualan tiket pesawat Garuda Indonesia saat harga tiket pesawat cenderung mahal maupun saat pemerintah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tanggal 15 Mei 2019 lalu.

Baca juga: Pekan Depan, Pemerintah Evaluasi Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

"Saya enggak tahu kalau detil-detil seperti itu. Setahu saya sudah mengikuti batas-batas yang sudah ditentukan Kementrian Perhubungan," ucap Rini.

Pun sama saat Rini menanggapi soal rencana masuknya maskapai asing. Dirinya enggan berkomentar dan mengaku belum mengetahui sepenuhnya tentang rencana pemerintah terkait hal itu.

"Saya belum tahu, belum baca. Orang baru pulang liburan dari Bali. Sekali-kali liburan," ucapnya.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Cari Alternatif Moda Transportasi

Sementara terkait rencana holding BUMN, Rini mengaku semua holding masih dalam proses. Secara khusus terkait holding infrastruktur, dia mengungkap dalam waktu dekat akan selesai.

"Semua holding masih dalam proses. Yang infrastruktur insya Allah dalam waktu dekat sudah selesai," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X