Semester I 2019, Laba Bersih BTN Turun Jadi Rp 1,3 Triliun

Kompas.com - 26/07/2019, 16:37 WIB
Direktur Utama Bank BTN Maryono (tengah) berserta direksi menyampaikan kinerja keuangan Bank BTN di Jakarta, Jumat (26/7/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGADirektur Utama Bank BTN Maryono (tengah) berserta direksi menyampaikan kinerja keuangan Bank BTN di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada semester I 2019. Angka ini turun sebesar 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,42 triliun.

Meski demikian, Direktur Utama BTN Maryono optimistis target laba bersih tahun ini, yakni sebesar Rp 2,6 triliun akan terpenuhi.

"Laba di semester I ini Rp 1,3 triliun. Laba ini, 50 persen dari target kita sampai akhir tahun," kata Direktur Utama BTN Maryono di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

"Kinerja kami pada semester pertama ini on track," tambahnya.

Baca juga: Poster Maraton Lari Menuju Kematian 1.000 Km Beredar, BTN Bantah Terlibat

Adapun pendapatan bunga bersih BTN per semester I 2019 mencapai Rp 4,71 triliun atau turun 1,2 persen (yoy) yang senilai Rp 4,77 triliun.

Sepanjang semester I 2019, penyaluran kredit BTN meningkat 18,78 persen (yoy) menjadi Rp 251,04 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, penyaluran kredit hanya sebasar Rp 211,35 triliun. Kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit perumahan.

Pada sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,72 persen (yoy) menjadi Rp 173,6 triliun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang masih tinggi. Adapun KPR subsidi naik 27,55 persen (yoy) menjadi Rp 74,39 triliun.

Sementara itu, pada lini bisnis komersial, BTN mencatatkan peningkatan kredit sebesar 17,7 persen (yoy) menjadi Rp 44,7 triliun per Juni 2019. Ini ditopang oleh kredit investasi yang meningkat 88,9 persen (yoy) menjadi Rp 7,28 triliun pada semester I 2019.

"Sementara itu per Juni 2019, BTN sukses menghimpun DPK senilai Rp 234,89 triliun atau naik 15,89 persen yoy. OJK merekam kenaikan tersebut melesat jauh di atas kinerja penghimpunan DPK perbankan nasional yang hanya tumbuh di level 7,42 persen yoy per Juni 2019," sebutnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X