Kompas.com - 01/09/2019, 06:57 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

SHANGHAI, KOMPAS.com - Sektor manufaktur China terkontraksi dalam waktu 4 bulan berturut-turut pada Agustus 2019. Ini lantaran masih terus berlangsungnya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (1/9/2019), indeks manufaktur, yakni purchasing manager's index (PMI) yang dirilis Biro Statistik Nasional China pada Sabtu (31/8/2019) berada pada level 49,5 pada Agustus 2019. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 49,7.

PMI merupakan ukuran sentimen di antara operator pabrik. Angka 50 merupakan garis demarkasi anfara ekspansi dan kontraksi dalam sektor ekonomi.

Dalam survei PMI, pelaku usaha manufaktur diminta memberikan pandangan terkait hal-hal bisnis, seperti pesanan ekspor, pembelian, produksi, dan logistik.

Baca juga: Ada Perang Dagang, Belanja Online di China Terus Tumbuh

Apabila indeks PMI tetap berada pada area kontraksi selama enam bulan berturut-turut pada tahun ini, maka ini menunjukkan bahwa efek penerapan tarif oleh AS cukup tercermin dalam perekonomian China. Indeks manufaktur PMI menunjukkan ekspansi hanya pada bulan Maret dan April 2019.

Dalam kesempatan itu, dilaporkan pula indeks PMI non-manufaktur, yang merupakan hasil survei sektor konstruksi dan jasa. Indeks tersebut berada pada posisi 53,8, naik dibandingkan 53,7 pada Juli 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini menunjukkan sektor-sektor yang tetap solid di tengah-tengah perlambatan perekonomian China secara umum.

Adapun indeks PMI Composite, paduan indeks sektor manufaktur dan non-manufaktur, berada pada posisi 53 pada Agustus 2019, turun dibanding 53,1 pada Juli 2019.

Baca juga: Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China

Zhang Liqun, analis di China Federation of Logistics and Purchasing menjelaskan, penurunan indeks PMI mengindikasikan penurunan yang menekan perekonomian China.

"Proyeksi korporasi terkait outlook pasar cenderung buruk, sekaligus khawatir akan operasi produksi mereka," jelas Zhang.

Indeks PMI mengindikasikan penurunan pesanan baru, yang juga mencerminkan kurangnya permintaan domestik.

Menurut Zhang, sejalan dengan AS yang meningkatkan ketegangan perdagangan dengan China, maka tekanan penurunan dari sisi eksternal juga terjadi.

Agustus 2019 merupakan bulan yang buruk bagi pemerintah China. Sebab, pada bulan itu diumumkan serangkaian data-data negatif yang menunjukkan tantangan ekonomi serius yang dihadapi negara tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.