KILAS

Monitoring Nataru, Kepala BPH Migas Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM untuk PLTMG Maumere

Kompas.com - 27/12/2019, 17:03 WIB
Kepala BPH Migas melalukan monitoring di PLTMG Maumere. Dok. BPH MigasKepala BPH Migas melalukan monitoring di PLTMG Maumere.

KOMPAS.com – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa meminta Pertamina menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere.

Permintaan Fanshurullah itu dilatarbelakangi masih terjadinya kekurangan pada sistem kelistrikan di Flores karena sistem transmisi yang belum terhubung seluruhnya (interkonneksi).

Interkoneksi itu membuat PLTMG Maumere belum dapat beroperasi secara optimal dengan kapasitas terpasangnya.

Baca juga: BPH Migas Pastikan Pasokan BBM, Listrik, hingga LPG Aman Selama Nataru

Saat ini, pembangkit tersebut hanya beroperasi sebesar 15MW pada beban puncaknya dengan konsumsi BBM sebesar 54 ton per hari.

Permintaan Kepala BPH Migas pun disanggupi Kepala TBBM Maumere Adi Rahman.
“Stok BBM tetap akan dijaga terutama untuk pasokan PLTMG Maumere,” ujar Adi dalam keterangan tertulis (27/12/2019).

Monitoring selama Nataru

Permintaan Kepala BPH Migas tersebut disampaikan saat Fanshurullah melakukan monitoring ke PLTMG Maumere, Selasa (24/12/2019) lalu usai melakukan inspeksi ke TBBM Maumere.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, kegiatan monitoring itu merupakan agenda Fanshurullah yang juga menjadi Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Kunjungan Kepala BPH Migas ke PLTMG itu turut didampingi Region Manager Retail Sales V PT Pertamina (Persero) Asep Wicaksono Hadi dan diterima Manajer Unit Pelaksana Pembangkitan Flores, Lambok Siregar.

Kunjungan monitoring bersama Pertamina tersebut dilakukan guna menjamin pasokan BBM ke PLTMG Maumere.

Baca juga: Pertamina Minta BPH Migas Atur Tata Cara Penjualan BBM di SPBU

“PLTMG Maumere merupakan Pembangkit listrik dengan kapasitas 4x10MW yang dapat menggunakan dua sumber bahan bakar yaitu solar dan GAS,” kata Lambok.

Namun, imbuh dia, karena storage LNG dan regas-nya belum tersedia maka sementara ini PLTMG Maumere menggunakan sumber bahan bakar berupa solar.

“Plan LNG baru akan mulai dibangun awal 2020. Perlu diketahui, Biaya Pokok Penyediaan (BPP) dari solar sebesar Rp 2.800 per kWH dan ketika menggunakan LNG sebesar Rp 1.300 per kWH,” ujar Lambok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.