Buka Pintu Darurat Pesawat, Penumpang Wings Air ini Bisa Didenda Rp 500 Juta

Kompas.com - 09/02/2020, 15:56 WIB
Pesawat Wings Air yang baru tiba di bandara Jalaluddin Tantu Gorontalo membawa peralatan untuk mengevakuasi pesawat Lion Air yang tergelincir di belakangnya belakang KOMPAS.COM/ROSYID AZHARPesawat Wings Air yang baru tiba di bandara Jalaluddin Tantu Gorontalo membawa peralatan untuk mengevakuasi pesawat Lion Air yang tergelincir di belakangnya belakang

JAKARTA, KOMPAS.com - Wings Air memberikan klarifikasi terkait insiden salah seorang penumpang yang membuka pintu darurat pesawat.

Insiden terjadi dalam penerbangan bernomor IW-1478 yang melayani dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN) tujuan Bandara Robert Atty Bessing, di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (LNU).

Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, kejadian bermula ketika persiapan keberangkatan selesai dan seluruh penumpang sudah berada di dalam kabin pesawat.

Baca juga: Penerbangan Batik Air dan Wings Air di Bandara Halim Kembali Normal

Kemudian, secara tiba-tiba salah satu penumpang laki-laki berinisial PMP (30) yang memiliki nomor kursi 1F, tiba-tiba membuka jendela darurat (emergency exit window) bagian kanan.

"Atas kondisi tersebut, seluruh penumpang diturunkan dan diarahkan kembali ke ruang tunggu keberangkatan. Awak pesawat dan teknisi berkoordinasi guna pengecekan lebih lanjut," kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (9/2/2020).

Insiden tersebut mengakibatkan keterlambatan keberangkatan Wings Air penerbangan IW-1478 dari Balikpapan menuju Malinau selama 165 menit, yang seharusnya mengudara pada 08.15 waktu setempat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Danang memastikan bahwa pihaknya melalui petugas keamana sudah memproses PMP sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Wings Air telah menyerahkan PMP kepada pihak terkait (kepolisian) beserta Otoritas Bandar Udara (otband) guna pemeriksaan dan proses lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga: Gunung Dukono Erupsi, Wings Air Rute Ternate-Morotai Batal Terbang

Mengacu kepada pasal 54 UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan, dalam Pasal 412, PMP bisa diberkan hukuman berupa pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

"Wings Air menegaskan bahwa seluruh operasional pesawat mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan," ucap Danang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X