Kompas.com - 30/11/2021, 15:48 WIB
Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seremoni penyerahan aset eks-BLBI kepada Pemkot Bogor dan 7 Kementerian/Lembaga di Jakarta, Kamis (25/11/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seremoni penyerahan aset eks-BLBI kepada Pemkot Bogor dan 7 Kementerian/Lembaga di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

DENPASAR, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lifting minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia terus menurun. Pada 2020, lifting migas berada diangka 707.000 barel per hari.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani secara virtual dalam ajang Konvensional Internasional ke-2 Indonesia Hulu Migas/IOG 2021, Selasa (30/11/2021).

"Ini jauh lebih rendah dibandingkan satu dekade atau dua dekade lalu. Penurunan produksi terutama minyak, sebagai biaya kesenjangan yang semakin lebar antara kebutuhan energi di Indonesia, baik dalam bentuk bahan bakar atau listrik yang terus meningkat," ujarnya.

"Meskipun ini Covid-19 kita memiliki sedikit penurunan permintaan, tetapi untuk Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi besar dan ukuran ekonomi terbesar ke-20 di dunia, permintaan bahan bakar dan energi akan terus meningkat," sambung Srimul.

Baca juga: Rincian Aturan WFO Selama Penerapan PPKM Level 2 di Jakarta

Untuk meningkatkan produksi migas, pemerintah memberikan insentif fiskal yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Migas.

Selain itu ada juga insentif fiskal yang diatur dalam PP Nomor 53 Tahun 2017 tentang Perlakuan Perpajakan pada Kegiatan Usaha Hulu Migas dengan Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

"Kedua kebijakan ini tentunya memberikan menu bagi investor sesuai dengan selera risikonya. Namun penerapan peraturan ini belum memberikan implikasi atau dampak yang optimal terhadap produksi minyak dan gas bumi di Indonesia," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menargetkan produksi minyak bumi sebanyak 1 juta barrel per hari dan 12 miliar kaki kubik per hari gas bumi (bscfd) pada 2030. Penciptaan iklim investasi yang menarik pun terus dilakukan sebagai upaya untuk mencapai target itu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, saat ini sektor hulu migas antar negara mengalami persaingan yang ketat, khususnya dalam hal mendapatkan investasi.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan iklim investasi dan menarik investor, pemerintah akan meluncurkan syarat dan ketentuan baru yang diharapkan lebih kompetitif untuk menyukseskan lelang wilayah kerja (WK) migas tahun ini.

Baca juga: Kompor Induksi Lebih Hemat? Begini Hitung-hitungannya Menurut PLN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.