Bank Neo Commerce Catat 96,86 Juta Transaksi Perbankan di Kuartal IV 2021

Kompas.com - 27/01/2022, 08:38 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) dengan kode emiten BBYB mencatatkan total transaksi tercatat lebih dari 96,86 juta kali transaksi, meningkat 300 persen dibandingkan kuartal III-2021, yakni 23,93 juta kali transaksi.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan mengatakan, kenaikan kinerja BNC di kuartal IV-2021 ini juga harus diimbangi dengan kemampuan perseroan untuk melayani jutaan nasabah di saat bersamaan.

“Melalui peningkatan arsitektur database, BNC berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan sistem BNC dan kemampuan konkurensi. Hal ini memungkinkan aplikasi neobank untuk beroperasi optimal untuk mendukung puluhan juta akun nasabah dan rata-rata jutaan transaksi per hari, dengan tingkat keberhasilan transaksi lebih dari 99,99 persen,” jelas Tjandra melalui siaran pers, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Angkat Direktur Baru, Ini Susunan Direksi Bank Neo Commerce

Berdasarkan keterangan yang diterima Kompas.com, transaksi per nasabah mencapai rata-rata 17,4 kali per bulan alias meningkat sebesar 240 persen dibandingkan kuartal III. Sementara total nilai transaksi di kuartal IV mencapai Rp 36,83 triliun atau 2,54 miliar dollar AS atau meningkat 150 persen dibandingkan kuartal III.

Sementara itu, pertumbuhan nasabah juga naik 63 persen menjadi 13,3 juta nasabah di dibandingkan kuartal III 2021 sebesar 8,21 juta nasabah. Pengguna harian aktif (daily active user/DAU) mencapai 1,8 juta atau meningkat 112 persen dibandingkan kuartal III 2021. Demikian juga dengan pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU) mencapai 4,83 juta atau meningkat 27 persen dibandingkan kuartal III 2021.

Baca juga: Bank Neo Commerce Raup Rp 2,5 Triliun dari Rights Issue

Sebagai informasi, pada laporan keuangan Bank Neo Commerce per November 2021 mencatatkan total aset yang tumbuh 56 persen dari Rp 5,4 triliun menjadi Rp 8,5 triliun dibandingkan Desember 2020, adapun total penyaluran kredit meningkat 11 persen dari Rp 3,7 triliun ke Rp 4,1 triliun dibandingkan Desember 2020.

“Kenaikan Aset yang cukup signifikan ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BNC juga semakin besar,” tambah Tjandra.

Perseroan juga mencatat, NPL gross yang membaik menjadi 3,3 persen dari 4,05 persen di Desember 2020 (year-to-date/ytd), NIM ratio menjadi 5,9 persen dari 4,03 persen dibandingkan Desember 2020 (year-to-date/ytd) dan Loan to Deposit (LDR) turun ke 55 persen dari 93 persen.

Sementara, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 88 persen dari Rp 3,9 triliun ke Rp7,4 triliun, dan CASA ratio naik menjadi 20 persen dari 12 persen dibandingkan Desember 2020 (year-to-date/ytd).

“Dengan peningkatan CASA yang juga terlihat pada peningkatan NIM, menandakan efisiensi operasional bank semakin baik,” tegas dia.

Baca juga: Bank Neo Commerce Rambah Bisnis Reksa Dana

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.