Turis Asing Dipersulit saat Karantina, Sandiaga: Bukan Miskom, Memang Terjadi

Kompas.com - 02/02/2022, 10:06 WIB

KOMPAS.com - Beberapa hari belakangan, ramai soal dugaan adanya oknum yang mengambil keuntungan di balik aturan karantina hotel untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Seorang turis yang diketahui berasal dari Ukraina akan berlibur ke Bali. Sesuai aturan yang berlaku, saat masuk Indonesia melalui Jakarta, ia harus menjalani proses karantina di hotel yang sudah ditetapkan.

Namun di akhir masa karantinanya alias sebelum diizinkan keluar dari hotel, ia mengeluh karena hasil tes PCR dinyatakan positif Covid-19. Hal ini akan berdampak pada masa karantina yang lebih lama.

Sang turis protes dan miminta untuk melakukan tes PCR ulang di tempat lain. Namun wisatawan tersebut dan anaknya tidak diizinkan melakukan tes PCR di luar, sehingga merasa dirugikan karena mesti menambah biaya isolasi.

Baca juga: Benarkah Ada Permainan Mafia Kartel Minyak Goreng? Ini Kata Pemerintah

Setelah dilakukan tes PCR ulang, ternyata hasil dari tes wisatawan Ukraina itu dinyatakan negatif dan telah diberikan izin keluar, serta mengakhiri masa karantina.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan, peristiwa turis Ukraina yang mengaku dipersulit saat menjalani karantina di salah satu hotel di Jakarta, bukan karena miskomunikasi.

"Perlu saya garis bawahi adalah kita akan bertindak tegas, jadi bukan miskom. Ini berkali-kali saya ini, saya mendapatkan langsung berita dan ini juga dikonfirmasi oleh banyak sekali yang menyatakan hal yang sama. Jadi apa yang dialami ini, kita jangan sederhanakan sebagai sebuah miskomunikasi, tapi memang terjadi di dalam penanganan pandemi kita," kata Sandiaga dikutip dari Kompas TV, Rabu (2/2/2022).

Sandi menegaskan, akan menindak pihak yang mencari keuntungan dalam kasus tersebut. Ia mengaku diminta oleh Presiden Jokowi untuk menjaga reputasi Indonesia yang dinilai mampu menangani pandemi dan memulihkan ekonomi.

Baca juga: Erick Thohir Bantah Dapat Untung dari Bisnis PCR Milik Kakaknya

"Barusan di rapat terbatas (ratas), Presiden sangat tegas. Beliau mengingatkan kembali kita semua untuk menjaga reputasi Indonesia sebagai negara yang menerapkan pengendalian pandemi," ujar Sandiaga.

"Salah satu yang terbaik di dunia untuk meningkatkan kerjasama sosialisasi dan edukasi dan jangan sampai ada permainan jangan sampai ada yang mencoreng niat baik kita dalam pengendalian pandemi, sampai juga ada kebocoran dari karantina ini," lanjutnya.

Halaman:
Sumber Kompas TV


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani: Digitalisasi UMKM Dorong Peningkatan Transaksi

Sri Mulyani: Digitalisasi UMKM Dorong Peningkatan Transaksi

Whats New
Per Agustus 2022, Pemerintah Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

Per Agustus 2022, Pemerintah Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

Whats New
Ditjen Pajak Evaluasi Insentif PPN Rumah dan PPnBM Kendaraan Bermotor

Ditjen Pajak Evaluasi Insentif PPN Rumah dan PPnBM Kendaraan Bermotor

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 46 Dibuka, Ini Cara Daftarnya

Kartu Prakerja Gelombang 46 Dibuka, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Dirjen Pajak Pastikan Data Wajib Pajak Masih Aman dari Serangan Hacker

Dirjen Pajak Pastikan Data Wajib Pajak Masih Aman dari Serangan Hacker

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Kembali Ke Level Rp 15.250 Per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Kembali Ke Level Rp 15.250 Per Dollar AS

Whats New
Optimalisasi Sistem dan Teknologi Jadi Kunci Kesuksesan Digitalisasi Distribusi Pupuk PKT

Optimalisasi Sistem dan Teknologi Jadi Kunci Kesuksesan Digitalisasi Distribusi Pupuk PKT

Whats New
Perpres 112/2022 Dinilai Tak Dukung Transisi dari PLTU Batubara, Mengapa?

Perpres 112/2022 Dinilai Tak Dukung Transisi dari PLTU Batubara, Mengapa?

Whats New
Menkop: Minyak Makan Merah Sudah SNI, Jangan Ada Lagi Keraguan

Menkop: Minyak Makan Merah Sudah SNI, Jangan Ada Lagi Keraguan

Whats New
Ajak Dokter Diaspora Kembali ke Indonesia, Erick Thohir Janjikan KEK Kesehatan Canggih

Ajak Dokter Diaspora Kembali ke Indonesia, Erick Thohir Janjikan KEK Kesehatan Canggih

Whats New
Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

Whats New
BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

Rilis
Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

Whats New
Hadapi Resesi Global, UMKM Harus Diperkuat

Hadapi Resesi Global, UMKM Harus Diperkuat

Whats New
Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.