Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Isu Virus Corona Tak Pengaruhi Perdagangan Berjangka Komoditas

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi mengatakan, kondisi perekonomian secara global yang melambat akibat adanya pandemi virus corona (Sars Cov-2), tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap perdagangan berjangka komoditas.

“Secara nasional, mungkin isu corona akan memberikan pengaruh. Tapi dari sektor perdagangan berjangka komoditi, kami melihat bahwa persoalan corona tidak akan mengganggu terlalu jauh teradap kinerja perdagangan berjangka komoditi," katanya melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Bahkan, Fajar optimis, perdagangan berjangka komoditas akan tumbuh lebih dari 15 persen tahun ini, dibanding tahun 2019.

"Data perdagangan yang terlihat positif dan terus mengalami pertumbuhan. Dengan peran serta semua stakeholder, kami masih optimis, pertumbuhan di perdagangan berjangka komoditi ditahun 2020 bisa lebih dari 15 persen dibandingkan tahun 2019," ujarnya.

Dalam 2 bulan pertama di tahun 2020, rata-rata transaksi harian mencapai 40.286,4 lot (exclude Single Stock).

Transaksi trersebut meliputi Komoditi SPA sebesar 69.41 persen, Index 8.05 persen, Currrency 7.42 persen, Primer 15.01 persen dan Single Stock 0.03 persen. Dari sektor pasar fisik komoditas, untuk transaksi timah murni batangan mencatatkan volume transaksi 2,939 lot.

Fajar memprediksikan, komoditas timah batangan tahun ini akan mendongkrak tumbuhnya transaksi perdagangan berjangka komoditas.

“Di tahun 2020, selain di transaksi perdagangan berjangka komoditi, sektor pasar fisik kami proyeksikan juga akan tumbuh. Masuknya komoditas timah batangan di pasar fisik, diperkirakan juga akan menggairahkan perdagangan di bursa komoditi," katanya.

https://money.kompas.com/read/2020/03/17/152251526/isu-virus-corona-tak-pengaruhi-perdagangan-berjangka-komoditas

Terkini Lainnya

Harga Emas Terbaru di Pegadaian 28 Mei 2024

Harga Emas Terbaru di Pegadaian 28 Mei 2024

Spend Smart
Wamenaker Ajak Negara Pasifik dan ASEAN Terus Berkolaborasi dalam Penggunaan TKA

Wamenaker Ajak Negara Pasifik dan ASEAN Terus Berkolaborasi dalam Penggunaan TKA

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di BCA Mobile dan myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di BCA Mobile dan myBCA

Work Smart
Tingkatkan Kepercayaan Investor, PGAS Lunasi Sisa Obligasi Senilai 396 Juta Dollar AS

Tingkatkan Kepercayaan Investor, PGAS Lunasi Sisa Obligasi Senilai 396 Juta Dollar AS

Whats New
Simak Langkah Perencanaan Dana Pensiun Sejak Muda agar Saat Tua Tak Bebani Anak

Simak Langkah Perencanaan Dana Pensiun Sejak Muda agar Saat Tua Tak Bebani Anak

Earn Smart
IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Masih Lesu

IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Masih Lesu

Whats New
Harga Bahan Pokok Selasa 28 Mei 2024: Cabai Rawit Merah dan Daging Ayam Naik

Harga Bahan Pokok Selasa 28 Mei 2024: Cabai Rawit Merah dan Daging Ayam Naik

Whats New
Info Biaya Admin BNI Taplus Muda Per Bulannya

Info Biaya Admin BNI Taplus Muda Per Bulannya

Spend Smart
Harga Emas Antam Hari Ini 28 Mei 2024 Naik Rp 6.000, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Mei 2024 Naik Rp 6.000, Simak Rinciannya

Spend Smart
Temukan Indikasi Lazada Langgar Persaingan Usaha, KPPU Lakukan Penyelidikan

Temukan Indikasi Lazada Langgar Persaingan Usaha, KPPU Lakukan Penyelidikan

Whats New
Pemerintah Bakal Pangkas Subsidi Energi pada 2025? Ini Kata Sri Mulyani

Pemerintah Bakal Pangkas Subsidi Energi pada 2025? Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Simak, Ini Cara Ajukan Early Redemption Sukuk Tabungan ST010T2

Simak, Ini Cara Ajukan Early Redemption Sukuk Tabungan ST010T2

Whats New
Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Whats New
IHSG Berharap ke 'New Blue Chips', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Berharap ke "New Blue Chips", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke