Salin Artikel

Stok Gula Pasir dan Telur Masih Cukup, Kementan Imbau Masyarakat Tidak Panik

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, khususnya gula pasir dan telur.

Untuk telur ayam ras, stoknya masih cukup. Dalam prognosa produksi-kebutuhan, akhir Februari 2020 masih ada stok 27.582 ton dan setiap bulannya neraca kumulatifnya surplus.

Diperkirakan pada akhir Mei 2020, stok telur ayam ras masih ada 24.906 ton, sehingga selain masih cukup, harganya juga tidak akan naik jauh di atas harga acuan penjualan di konsumen.

Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan gula pasir, pemerintah sudah mengimbau agar stok di pabrik gula segera digelontorkan ke pasar.

Masyarakat juga tak perlu khawatir dengan stok gula pasir karena pemerintah juga telah setuju untuk mengimpor gula kristal putih (GKP) dan raw sugar.

Upaya turunkan harga

Selain itu, guna menekan harga pangan saat menghadapi virus corona serta menjelang Ramadhan dan Lebaran, Kementan menggelar gelar pangan murah (GPM) gula pasir dan telur di 10 lokasi pasar DKI Jakarta.

GPM rencananya akan dilakukan selama satu minggu dan bisa diperpanjang bila diperlukan, sampai harga stabil kembai.

Lokasi GPM, Kamis (19/3/2020) digelar di 10 pasar, yaitu Kalideres, Baru Metro, Kalibaru, Tanahabang, Gondangdia, Pluit, Glodok, Tebet Barat, Rawa Badak, dan Johar Baru.

Ada 10 kendaraan yang mendistribusikan bahan pangan, yakni beras seharga Rp 8.500 per kilogram (kg), gula pasir sebesar Rp 12.500 per kg, dan telur Rp 23.000 per kg.

Untuk gula pasir dan telur di Pasar Jakarta, saat ini harganya memang jauh di atas harga acuan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Harga gula pasir saat ini berkisar Rp 14.000-Rp 18.000 dengan harga acuan penjualan gula di konsumen adalah Rp 12.500 per kg.

Harga telur sendiri saat ini berkisar Rp 25.000-Rp 28.000 per kg, sedangkan harga acuan telur di konsumen Rp 24.000 per kg.

Kementan juga menggandeng Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Food Station, Charoen Pokphand, dan BPD Agro dalam menggelar GPM itu.

“Gelar Pasar Murah ini kami lakukan sebagai upaya pemerintah untuk menekan harga pangan di Tanah Air," kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam pernyataan tertulis saat pelepasan Gelar Pangan Murah di TTIC Pasar Minggu, Kamis (19/03/2020).

Ia pun mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memberikan keringanan kepada masyarakat, khususnya penyediaan kebutuhan pangan.

"Jangan ada pengusaha untung sendiri, sehingga membuat panik masyarakat. Kami usahakan pasokan pangan terus terjaga. Insyaallah dari hitungan, cukup," ujar Syahrul.

Mentan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok pangan masih cukup.

Menurut Syahrul, stok beras saat ini tidak kurang dari 3 juta ton dan akan bertambah 8 juta ton pada panen Bulan Maret-April.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Heriadi berharap agar GPM mampu mengendalikan harga karena stok masih cukup.

https://money.kompas.com/read/2020/03/19/141528526/stok-gula-pasir-dan-telur-masih-cukup-kementan-imbau-masyarakat-tidak-panik

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Rilis
Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Spend Smart
Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Whats New
Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Whats New
Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Whats New
Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Whats New
Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Whats New
Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Spend Smart
Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.