Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rupiah Ditutup Melemah, Sentuh Rp 16.450 Per Dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot Rabu (1/4/2020) kembali melemah.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 16.450 per dollar AS. Rupiah melemah 140 poin (0,86 persen) dibandingkan penutupan Selasa (31/3/2020) pada Rp 16.310 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan rupiah didorong oleh kekhawatiran masyarakat akan pandemi virus corona yang masih belum teratasi.

Hal ini menyebabkan pelaku pasar khawatir untuk berinvestasi pada aset berisiko.

“Pasar tentu melihat kondisi sekarang yang masih sangat tertekan. Situasi yang memburuk akibat virus corona membuat pelaku pasar menahan diri dan menjauh dari aset-aset berisiko, termasuk di Indonesia. Akibatnya, rupiah pun melemah,” kata Ibrahim.

Sementara itu, rilis data IHS Markit, melaporkan indeks PMI Indonesia pada Maret 2020 turun menjadi 45,3 dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 51,9 akibat masalah pandemi virus corona.

Ini sekaligus menjadi indeks PMI yang terendah sepanjang sejarah pencatatan PMI yang dimulai sejak April 2011.

“Virus corona adalah biang keladinya, guna untuk meredam penyebaran corona maka masyarakat dianjurkan untuk tinggal di rumah, karena virus bergerak seiring aktivitas manusia. Ini membuat roda perekonomian berjalan sangat lambat,” tambah Ibrahim.

Hingga saat ini pemerintah teus berupaya dalam melakukan stimulus pasar. Hal ini terbukti dari kerja sama pemerintah dan juga Bank Indonesia dalam mempersiapkan langkah antisipasi bersama melalui kebijakan luar biasa.


Kebijakan ini diatur melalui Perpu Nomor 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan dalam rangka menghadapi ancaman virus corona atau Covid-19.

Dalam Perppu tersebut juga diatur, jika BI tidak boleh membiayai defisit fiskal pada kondisi tidak normal yang menyebabkan defisit fiskal yang besar.

“Oleh karena itu BI dimungkinkan untuk menyerap kebutuhan defisit fiskal melalui membeli SUN dan SBSN di Pasar Perdana,” tambahnya.

Selain Iindonesia, data manufaktur dari Asia dan Eropa juga menunjukkan perlambatan ekonomi yang parah ketika kawasan tersebut mencoba untuk memerangi pandemi virus corona.

Hampir semua negara, baik di Asia maupun Eropa Manufaktur PMI-nya mengalami kontraksi atau berada dibawah 50, kecuali data Manufaktur PMI China diluar dugaan mencapai level 52.

https://money.kompas.com/read/2020/04/01/162400526/rupiah-ditutup-melemah-sentuh-rp-16.450-per-dollar-as

Terkini Lainnya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Work Smart
BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Spend Smart
SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

Whats New
Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Whats New
Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Whats New
Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Whats New
Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Whats New
Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke