Salin Artikel

Dibayangi Demo Tolak Omnibus Law, IHSG dan Rupiah Pagi Melemah

Melansir data RTI pukul 09.13 WIB, IHSG berada pada posisi 5.079,92. Angka tersebut turun 18,17 poin atau 0,36 persen dibanding penutupan hari sebelumnya pada level 5.093,09. IHSG terus melemah usai dibuka pada level 5.093,42.

Tercatat, sebanyak 88 saham melaju di zona hijau dan 190 saham melaju di zona merah. Sedangkan 145 saham lainnya bergerak stagnan.

Nilai transaksi saham hingga saat ini telah mencapai Rp 983,7 miliar dengan volume mencapai 1.354 miliar saham.

Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini juga bergerak di zona merah. Indeks Nikkei Tokyo melemah 30,6 poin atau 0,13 persen.  Selain itu, indeks komposit Shanghai turun 0,48 persen, dan indeks Strait Times Singapura menurun 0,11 persen.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini meski sempat dibuka di zona hijau, namun beberapa saat kemudian melemah.

Dilansir dari data Bloomberg Pukul 09.40 WIB, rupiah berada di posisi Rp 14.747 per dollar AS, melemah 0,32 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp 14.700.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan, rupiah hari ini berpotensi melemah dengan kisaran Rp 14.650 hingga Rp 14.800.

Ada beberapa indikator pelemahan rupiah. Menurutnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang bakal diumumkan siang ini mungkin tidak terlalu berpengaruh ke rupiah. Sebab banyak analis melihat BI tak akan mengubah kebijakan suku bunga acuan BI-7DRR.

Kemungkinan, rupiah akan lebih dipengaruhi oleh peristiwa demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja hari ini.

"Mungkin Rupiah akan mendapatkan market mover dari peristiwa dalam negeri hari ini. Pelaku pasar akan mewaspadai aksi demo yang terjadi. Demo yang terkendali bisa menopang rupiah dan sebaliknya," kata Ariston kepada Kompas.com, Selasa (13/10/2020).

Pelemahan rupiah juga terjadi dari sisi eksternal, yaitu soal stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS).

"Ketidakpastian stimulus fiskal AS bisa memberikan tekanan ke nilai tukar emerging markets yang notabene aset berisiko terhadap dollar AS hari ini," pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2020/10/13/094622126/dibayangi-demo-tolak-omnibus-law-ihsg-dan-rupiah-pagi-melemah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Whats New
Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Whats New
Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Whats New
Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Spend Smart
Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Whats New
UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

Rilis
Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Whats New
Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Whats New
Tahun Ini 150.000 Mahasiswa  Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Tahun Ini 150.000 Mahasiswa Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Whats New
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

Whats New
Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Spend Smart
Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

BrandzView
Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Smartpreneur
Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Bisa Hemat Subsidi Elpiji Rp 7 Triliun

Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Bisa Hemat Subsidi Elpiji Rp 7 Triliun

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.