Salin Artikel

Geliat Bisnis Tanaman Hias, Omzet Bisa Rp 40 Juta Sebulan

Ini terlihat dari hasil bisnis tanaman hias yang Yenyen raih. Pemilik usaha tanaman hias berlabel Taneman Kite asal Tangerang ini sudah memulai bisnis ini sejak 2017, dan semakin booming sejak pandemi berlangsung.

Usaha tanaman hias yang awal muasal Yenyen lakoni karena hobi ternyata makin berkembang hingga saat ini. Permintaan tanaman hias pun terus berlanjut hingga kini. Malah, saban bulan, dia sanggup meraup omzet hingga Rp 40 juta.

Yenyen menjual beragam tanaman hias. Mulai dari philodendron, singonium, kuping gajah, monstera, keladi army, hoya, hingga masih banyak lainnya. Harganya mulai Rp 35.000 per tanaman sampai mencapai jutaan rupiah.

Yang menarik, seluruh penjualan Yenyen lakukan lewat sarana digital. Tapi, melihat potensi saat ini, ia pun berencana segera membuka toko tanaman hias.

"Kami berencana membuka toko secepatnya supaya pembeli bisa datang langsung dan melihatnya," katanya kepada KONTAN.

Pemain lainnya, Rena Comala dengan label Taneman Ibu juga merasakan hal yang sama. Usaha tanaman hias yang sudah ia jalani sejak 1986 silam mulai menunjukkan tren lonjakan penjualan pada tahun lalu. Tambah lagi, dia mulai memasarkan secara digital lewat media sosial.

"Perkembangan usaha tanaman di tengah pandemi justru cukup baik, mungkin karena faktor di rumah saja, banyak orang yang mengisi waktu luangnya untuk berkebun atau memelihara tanaman di rumah,” ungkap Rena saat dihubungi KONTAN, Selasa (5/1).

Sama seperti Yenyen, Rena juga menjual beragam jenis tanaman hias. Misalnya, monstera, keladi, philodendron, palm, aglonema, bahkan tanaman herbal seperti jahe.


Harganya mulai dari Rp 15.000 per tanaman hingga ada yang mencapai Rp 10 juta untuk jenis aglonema yang tengah naik daun.

"Harganya lagi tinggi karena tanaman aglonema seperti plastik dan daunnya warna-warni," sebut dia.

Tapi, untuk tanaman yang laris saat ini justru monstera. Tanaman yang salah satu jenisnya memiliki daun yang bolong-bolong itu terbilang unik bentuknya dan membuat pembeli banyak yang tertarik membeli.

Lewat pemasaran melalui media sosial maupun langsung di toko, saban bulan Rena bisa menerima permintaan pengiriman 10 sampai 20 pesanan. Hasilnya, ia bisa mengantongi omzet hingga Rp 15 juta sebulan.

Melihat bisnis tanaman hias yang terus tumbuh, ia pun berencana melakukan inovasi. Yakni dengan membuat paket hadiah atau bingkisan berisi beragam macam tanaman hias. (Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon).

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Tren tanaman hias membuat cuan semakin mengkilap

https://money.kompas.com/read/2021/01/09/190000426/geliat-bisnis-tanaman-hias-omzet-bisa-rp-40-juta-sebulan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.