Salin Artikel

RI Masih Resesi Bikin IHSG Anjlok, Rupiah Malah Menguat

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah.

Dikutip dari RTI, indeks acuan turun 5,6 poin atau 0,09 persen ke level 5.970,24.

Nilai total transaksi yang diperoleh pada perdagangan hari ini sebesar Rp 8,89 triliun dari 14,7 miliar lembar saham yang diperjualbelikan.

Ada 222 saham yang menguat, 269 melemah, dan 149 posisi stagnan.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, melemahnya IHSG dan turunnya nilai transaksi perdagangan masih disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih berstatus resesi pada kuartal I 2021.

"Minimnya data makroekonomi domestik yang berpotensi memberikan high positive impact terhadap market. Resesi perekonomian Indonesia masih merupakan sentimen negatif bagi pasar," ujar Nafan kepada wartawan melalui keterangan tertulis.

Dari aktivitas perdagangan saham tersebut, investor asing melakukan aksi beli di seluruh pasar modal sebesar Rp 182,8 miliar.

Adapun saham yang diburu oleh investor asing hari ini yaitu TBIG, BBCA, BBNI, BMRI, dan JPFA.

Dari 11 indeks sektor penggerak IHSG, terdapat lima sektor yang menguat.

Indeks kesehatan naik 0,51 persen ke level 1.280, keuangan naik 0,38 persen ke level 1.333, teknologi naik 0,35 persen ke level 3.345, infrastruktur naik 0,22 persen ke level 873,35, dan transportasi naik 0,45 persen ke level 1.045.

Adapun saham LQ 45 yang masuk top losers yakni UNVR turun 3,90 persen ke harga Rp 5.550, MEDC turun 3,60 persen ke harga Rp 670, PWON turun 2,88 persen ke harga Rp 520, CPIN turun 1,85 persen ke harga Rp 6.625 dan TPIA turun 1,81 persen ke harga Rp 9.475.

Sedangkan saham LQ 45 kategori top gainers meliputi TOWR naik 4 persen ke harga Rp 1.170, WIKA naik 2,77 persen ke harga Rp 1.485, ERAA naik 2,52 persen ke harga Rp 610, JPFA naik 1,98 persen ke harga Rp 2.060, dan PTPP naik 1,98 persen ke harga Rp 1.290.

Di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berada di teritori positif.

Mengutip Bloomberg, kurs mata uang Garuda menguat 116 poin atau 0,80 persen menjadi Rp 14.319 per dollar AS.

Sebelumnya, pada Rabu (5/5/2021) kemarin, posisi kurs rupiah berada di Rp 14.435 per dollar AS.

Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs rupiah justru melemah pada posisi Rp 14.364 per dollar AS dibanding sebelumnya yang berada di Rp 14.439 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2021/05/06/162800626/ri-masih-resesi-bikin-ihsg-anjlok-rupiah-malah-menguat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hingga Akhir Tahun, Pajak Diproyeksi Terkumpul hingga Rp 1.485 Triliun

Hingga Akhir Tahun, Pajak Diproyeksi Terkumpul hingga Rp 1.485 Triliun

Whats New
Mulai Besok, Rute Perjalanan KRL Lintas Bekasi dan Bogor Berubah

Mulai Besok, Rute Perjalanan KRL Lintas Bekasi dan Bogor Berubah

Whats New
Luhut Bakal Audit Perusahaan Kelapa Sawit, Begini Respons Serikat Petani Sawit

Luhut Bakal Audit Perusahaan Kelapa Sawit, Begini Respons Serikat Petani Sawit

Whats New
Ada Aturan Baru Tata Kelola Minyak Goreng Curah, Ini Rinciannya

Ada Aturan Baru Tata Kelola Minyak Goreng Curah, Ini Rinciannya

Whats New
PPS Tinggal Sebulan, DJP: Lapor Harta Jangan Nunggu Akhir Bulan...

PPS Tinggal Sebulan, DJP: Lapor Harta Jangan Nunggu Akhir Bulan...

Whats New
Melesat 13,6 Persen, Berapa Uang Beredar di Indonesia Saat Ini?

Melesat 13,6 Persen, Berapa Uang Beredar di Indonesia Saat Ini?

Whats New
Menko Airlangga di WEF 2022 Singgung Pentingnya Pembiayaan untuk Ketahanan Kesehatan Global

Menko Airlangga di WEF 2022 Singgung Pentingnya Pembiayaan untuk Ketahanan Kesehatan Global

Whats New
CPNS Mengundurkan Diri Bisa Kena Denda, dari Puluhan Juta Rupiah Sampai Rp 100 Juta

CPNS Mengundurkan Diri Bisa Kena Denda, dari Puluhan Juta Rupiah Sampai Rp 100 Juta

Whats New
Mencermati Lonjakan Utang Indonesia ke China dari Tahun ke Tahun

Mencermati Lonjakan Utang Indonesia ke China dari Tahun ke Tahun

Whats New
Jelang KTT G20, PUPR Kebut Pekerjaan Penataaan Infrastruktur di Bali

Jelang KTT G20, PUPR Kebut Pekerjaan Penataaan Infrastruktur di Bali

Whats New
IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Saham BBNI, BBCA, dan BBRI Laris Diborong Asiang

IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Saham BBNI, BBCA, dan BBRI Laris Diborong Asiang

Whats New
IKN Dibangun Tahun Ini, Tim Komunikasi: Insya Allah on Schedule

IKN Dibangun Tahun Ini, Tim Komunikasi: Insya Allah on Schedule

Whats New
Jokowi Tekankan Kerja Sama Global Buat Mitigasi Bencana di Masa Depan

Jokowi Tekankan Kerja Sama Global Buat Mitigasi Bencana di Masa Depan

Whats New
Gandeng Prima, Nasabah Bank DKI Bisa Bertransaksi di Luar Negeri

Gandeng Prima, Nasabah Bank DKI Bisa Bertransaksi di Luar Negeri

Whats New
Hutan Terus Dibabat Demi Sawit, Ironinya Minyak Goreng Justru Mahal

Hutan Terus Dibabat Demi Sawit, Ironinya Minyak Goreng Justru Mahal

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.