Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jika Tarif PPN Dinaikkan, Begini Pengaruhnya terhadap Inflasi

Berdasarkan hitungan Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman, setiap kenaikan tarif PPN sebesar 1 persen, diperkirakan akan menghasilkan tambahan inflasi di kisaran 0,2 persen hingga 0,3 persen poin.

Sehingga, bila PPN dinaikkan dari 10 persen ke 12 persen, maka akan ada potensi pertambahan inflasi sebesar 0,4 persen hingga 0,6 persen poin.

“Namun, kenaikan PPN ini masih rencana dan jika dilakukan paling cepat tahun depan. Sehingga, kami prediksi di 2022 inflasi akan bergerak di kisaran 3,10 persen yoy, atau lebih tinggi dari perkiraan 2,28 persen yoy pada tahun ini,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Selasa (29/6/2021).

Pergerakan inflasi pada tahun depan sebenarnya mengalami penurunan tekanan. Hal ini didorong oleh kemungkinan harga komoditas yang cenderung melemah dipengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.

“Di tahun depan The Fed diprediksi akan hawkish. Biasanya, harga komoditas cenderung melemah ketika terjadi tapering. Salah satu komoditasnya adalah emas,” tambahnya.

Akan tetapi, ini bukan berarti inflasi di tahun depan akan bebas risiko. Selain dari kemungkinan peningkatan harga setelah ada kenaikan PPN, risiko inflasi datang dari imported inflation.

Imported inflation yang lebih besar diperkirakan terjadi kalau ada pelemahan nilai tukar rupiah seiring dengan normalisasi kebijakan moneter dari The Fed.

“Selain itu, jika herd immunity tercapai dan mobilitas masyarakat meningkat, juga akan ada potensi demand pull inflation,” pungkas dia.

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Jika tarif PPN jadi dikerek, begini pengaruhnya terhadap inflasi

https://money.kompas.com/read/2021/06/29/183652026/jika-tarif-ppn-dinaikkan-begini-pengaruhnya-terhadap-inflasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke