Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Schneider Go Green, Wadah Generasi Muda Berinovasi di Bidang Energi Berkelanjutan

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan teknologi digital harus dibarengi dengan daya kreativitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Tujuannya adalah menciptakan solusi inovatif untuk tujuan keberlanjutan.

Guna mewujudkannya, para talenta muda membutuhkan ruang kolaboratif untuk mengasah keterampilan yang berimbang antara aspek teknis (hard skill) dan non-teknis (soft skill).

Hal tersebut menjadi perhatian besar Schneider Electric. Untuk itu, perusahaan yang bergerak di bidang energi dan automasi ini mengadakan program Schneider Go Green.

Schneider Go Green merupakan program pengembangan bakat dan mentoring yang diinisiasi oleh Schneider Electric sejak 2010.

Program tersebut menjadi ajang kompetisi global untuk memfasilitasi generasi muda mencari solusi dalam pengelolaan energi dan automasi industri yang berdampak positif terhadap lingkungan.

Pada Schneider Go Green 2022, terdapat lima kategori yang dikompetisikan, yakni Access to Energy, Homes of the Future, Plants of the Future, Grids of the Future, dan kategori terbaru De[coding] the Future.

HR Director Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Sondang Saktion mengatakan, pihaknya secara khusus memberikan panggung bagi generasi muda perempuan untuk menunjukkan kemampuannya pada Schneider Go Green 2022.

“Kami mewajibkan setiap tim harus memiliki sedikitnya satu peserta perempuan. Peserta merupakan mahasiswa yang sedang mengambil studi S1 atau S2 di bidang studi bisnis, ilmu komputer, teknik, matematika, dan inovasi pemasaran,” ujar Sondang pada acara Schneider Electric Virtual Media Interview, Rabu (13/4/2022).

Pemenang dari ITB

Pada gelaran tahun ini, terdapat lebih dari 250 ide terkumpul. Hal ini menjadikan Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan peserta terbanyak dari 10 negara yang berpartisipasi.

“Dari semua peserta yang telah berkompetisi, Tim SmartFOCS yang terdiri dari Yusiran, Herviyandi Herizal, dan Sagaria Arinal Haq dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi pemenang Indonesia Schneider Go Green 2022,” jelas Sondang.

Selanjutnya, tim SmartFOCS akan mewakili Indonesia berkompetisi di tingkat regional pada 27 April 2022.

Adapun tim SmartFOCS mengusung ide pengembangan Smart Floating Ocean Current dan Solar Hybrid Generation Power System (SmartFOCS Power) untuk membantu masyarakat pesisir yang membutuhkan listrik dengan energi baru terbarukan (EBT).

Perwakilan tim SmartFOCS Yusiran mengatakan, SmartFOCS Power merupakan teknologi hybrid yang mengintegrasikan pembangkit listrik fotovoltaik terapung dan turbin arus laut untuk menghasilkan energi.

Energi tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di pulau-pulau kecil yang sulit diakses oleh pembangkit listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Hadirnya SmartFOCS Power dapat membantu masyarakat pesisir meningkatkan perekonomian dengan membuka peluang bisnis, seperti pabrik es dan bisnis perkapalan. Mereka juga tidak perlu khawatir terhadap kerusakan lingkungan karena salah satu nilai dari SmartFOCS Power adalah eco-friendly sehingga aman bagi lingkungan”, kata Yusiran.

Lebih lanjut, Yusiran berbagi pengalamannya mengikuti kompetisi Schneider Go Green.

“Kami merasa bangga menjadi bagian dari komunitas yang ingin memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia. Kami juga semakin berbangga hati karena berkesempatan mendapatkan ilmu dari mentor dan fasilitator,” jelasnya.

Meskipun begitu, tim SmartFOCS juga menghadapi tantangan dan hambatan yang tidak mudah. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pada proses implementasi.

“Ada tahapan technology selection pada proses tersebut. Itu adalah pemilihan komponen yang tepat untuk produk. Terkadang, komponen yang kami butuhkan tidak ada di Indonesia. Jadi, kami harus mengimpornya,” katanya kepada Kompas.com.

Kemudian, ada pula tahapan site selection. Pada tahapan ini, mereka tidak bisa sembarangan memilih lokasi untuk uji coba alat. Selain itu, tim SmartFOCS juga perlu membuat guidebook atau video tutorial untuk masyarakat sekitar agar mereka dapat mengoperasikan alat secara mandiri.

“Meskipun demikian, kami melihat masalah tersebut bisa menjadi celah untuk kami bisa terus berinovasi. Salah satunya dengan memproduksi beberapa komponen di dalam negeri pada masa mendatang,” kata Yusiran.

Dewan juri profesional

Pada gelaran tahun ini, Indonesia Schneider Go Green berkesempatan menghadirkan dewan juri dari berbagai bidang, di antaranya Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi, Plant Director Schneider Electric Indonesia Joko Sutopo, dan Sondang sendiri.

Kemudian, Schneider Electric juga mengundang dewan juri dari pihak eksternal, yaitu Direktur Bioenergi di Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna dan CCO Ecoxzytem Andreas Pandu Wirawan.

Pada kesempatan terpisah, Andriah mengatakan bahwa upaya transisi energi dan dekarbonisasi saat ini menjadi tren global. Akibatnya, permintaan pasar untuk SDM di bidang aneka EBT diproyeksikan akan meningkat.

“Estimasi kami, dengan rencana emisi nol bersih Indonesia pada 2060, dibutuhkan 559.000 tenaga kerja untuk operator pembangkit listrik tenaga (PLT) EBT,” ujar Andriah.

Sementara itu, dibutuhkan juga 8,96 juta tenaga kerja di bidang konstruksi dan instalasi PLT EBT pada rentang 2030-2060 atau rata-rata menyerap 298.000 tenaga kerja per tahun.

“Kami sangat mengapresiasi acara Schneider Go Green 2022 sebagai media untuk menuangkan ide cemerlang, inovasi, dan kreativitas para generasi muda dalam mendorong pengembangan EBT. Mereka juga diajak untuk mengasah empati dan analytic thinking untuk melihat berbagai permasalahan yang ada di Indonesia,” katanya.

Selain itu, Sondang juga mengatakan bahwa teknologi digital untuk mendukung terwujudnya energi berkelanjutan telah berkembang secara pesat.

Oleh karena itu, generasi muda sebagai penerus kepemimpinan harus selalu lincah (agile) dan adaptif terhadap kemajuan tersebut.

“Kreativitas dalam menciptakan ide-ide yang inovatif juga sangat penting (diasah) agar potensi teknologi yang ada dapat dimaksimalkan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan masyarakat lebih baik,” ujar Sondang.

Generasi muda, lanjutnya, juga perlu memiliki kemampuan soft skill, seperti problem solving, team worker, self-management, serta kemampuan berkomunikasi untuk menjadi talenta muda masa depan yang berdaya saing, kreatif dan inovatif.

https://money.kompas.com/read/2022/04/13/172641626/schneider-go-green-wadah-generasi-muda-berinovasi-di-bidang-energi

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Diminta Pidanakan Berat Perusahaan Pelanggar Aturan Truk ODOL

Kemenhub Diminta Pidanakan Berat Perusahaan Pelanggar Aturan Truk ODOL

Whats New
Kepala LKPP Soroti Banyak ASN Takut Terlibat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Kepala LKPP Soroti Banyak ASN Takut Terlibat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Whats New
Terapkan GCG, Elnusa Petrofin Raih Excellence Good Corporate Governance Ethics 2023

Terapkan GCG, Elnusa Petrofin Raih Excellence Good Corporate Governance Ethics 2023

Rilis
Inflasi Januari 2023 Capai 5,82 Persen, Beras hingga Rokok Jadi Penyebabnya

Inflasi Januari 2023 Capai 5,82 Persen, Beras hingga Rokok Jadi Penyebabnya

Whats New
Menteri Teten Sebut UU P2SK Jadi Momentum Pengembalian Jati Diri Koperasi

Menteri Teten Sebut UU P2SK Jadi Momentum Pengembalian Jati Diri Koperasi

Whats New
Januari 2023, Nilai Tukar Petani Naik Jadi 109,84

Januari 2023, Nilai Tukar Petani Naik Jadi 109,84

Rilis
Laba Bank Tembus Puluhan Triliun, Jokowi: Jangan-jangan Bunganya Ketinggian..

Laba Bank Tembus Puluhan Triliun, Jokowi: Jangan-jangan Bunganya Ketinggian..

Whats New
Gaji UMR Purwokerto atau Banyumas 2023 Terbaru

Gaji UMR Purwokerto atau Banyumas 2023 Terbaru

Work Smart
Gaji UMR Cilacap 2023 dan 34 Daerah Se-Jateng

Gaji UMR Cilacap 2023 dan 34 Daerah Se-Jateng

Work Smart
UMKM Asal Gresik Binaan SIG Raih Omzet Rp150 Juta Saat Bazar BUMN

UMKM Asal Gresik Binaan SIG Raih Omzet Rp150 Juta Saat Bazar BUMN

Rilis
Jokowi: Tekanan Ekonomi Global terhadap Ekonomi Kita Sudah Agak Mereda

Jokowi: Tekanan Ekonomi Global terhadap Ekonomi Kita Sudah Agak Mereda

Whats New
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kementan Fokus Awasi Praktik Alih Fungsi Lahan

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kementan Fokus Awasi Praktik Alih Fungsi Lahan

Rilis
Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi Perum Perhutani

Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi Perum Perhutani

Whats New
Masyarakat 'Mampu' Lebih Pilih Beli BBM Bersubsidi, YLKI: Harganya Lebih Murah

Masyarakat "Mampu" Lebih Pilih Beli BBM Bersubsidi, YLKI: Harganya Lebih Murah

Rilis
Nama 'Balon' Pengganti Perry Warjiyo Bermunculan, Ini Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Gubernur BI

Nama "Balon" Pengganti Perry Warjiyo Bermunculan, Ini Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Gubernur BI

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+