Salin Artikel

Mengekor Wall Street dan Bursa Asia, IHSG dan Rupiah Pagi Melemah

Melansir data RTI, pukul 09.05 WIB, IHSG berada pada level 7.004,88 atau turun 11,17 poin (0,16 persen) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya pada posisi 7.016,05.

Sebanyak 189 saham melaju di zona hijau dan 175 saham di zona merah. Sedangkan 202 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,04 triliun dengan volume 2,28 miliar saham.

Bursa Asia mayoritas merah dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 0,85 persen, Shanghai Komposit 0,38 persen, dan Strait Times 0,04 persen. Sementara itu, Nikkei menguat 0,04 persen.

Wall Street pada penutupan pagi ini juga merah, dengan penurunan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,2 persen, S&P 500 melemah 0,3 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,72 persen.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memproyeksikan IHSG hari ini masih akan bergerak di teritori negatif. Dia bilang, secara teknikal candlestick indeks membentuk doji setelah tertahan di resistance moving average 50 dengan volume yang relative rendah.

“Pola ini mengindikasikan potensi terkoreksi dengan rentang yang terbatas. Investor akan mencermati beberapa data ekonomi terutama dari global. Di sisi lain, investor juga mengantisipasi data inflasi Indonesia menjelang akhir pekan nanti,” kata Dennies.

Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini turut melemah.

Melansir data Bloomberg, pukul 09.01 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.828 per dollar AS, atau turun 30 poin (0,21 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.797 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, rupiah juga masih rentan melemah karena faktor-faktor yang melemahkan seperti sentimen the Fed, kekhawatiran inflasi dan resesi belum hilang.

"Indonesia sendiri dihadapkan oleh kenaikan harga-harga pangan yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi. Hal ini bisa mendorong pelemahan rupiah, kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.770 per dollar AS sampai dengan Rp 14.830 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2022/06/28/093632326/mengekor-wall-street-dan-bursa-asia-ihsg-dan-rupiah-pagi-melemah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.