Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Penyebab Udang Beku RI Sulit Bersaing dengan Ekuador dan India

"Bagaimana udang itu kalah bersaing dengan Ekuador, dengan India, Dari Ekuador kita kalah biaya logistik karena jarak mereka ke Amerika lebih dekat," kata dia dalam segmen Bincang Bahari, Selasa (21/2/2023).

"Kemudian dengan India, kita kalah dari sisi efisiensi dan budidaya. Jadi kasus dengan Amerika ini, udang beku kita berat bersaing dengan Ekuador dan juga India," sambung dia.

Oleh karena itu kata dia, biaya logistik harus diperhatikan ketika ingin terjun ke pasar global. Karena semakin tinggi biaya logistik, harga barang yang dipasarkan akan makin mahal.

"Jadi, untuk bersaing pertama adalah kita harus betul-betul di luar biaya logistik, kita harus meningkatkan efisiensi di hulu. Artinya biaya terkait pakan dan handling ini harus ditekan. Karena ini mempengaruhi dengan bahan bakar dan kebijakan. Ini soal harga," kata Erwin.

KKP mengatakan, untuk bersaing di pasar internasional, harga dan kualitas produk perikanan menjadi patokan utama. Erwin bilang, hampir semua negara mempersyaratkan mutu produk yang diimpor.

"Mau tidak mau kita harus memenuhi persyaratan itu. Jadi harga, mutu ini yang sebenarnya paling utama. Kemudian diversifikasi produk," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) penyerapan produk perikanan di pasar domestik menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. Tahun 2021, sebanyak 12,66 juta ton dan tahun 2022 tumbuh menjadi 13,11 juta ton.

Komoditas utama yang paling diincar masyarakat adalah tilapia, lele dan bandeng untuk perikanan budidaya, serta tongkol-tuna-cakalang, kembung, dan teri untuk produk perikanan tangkap.

https://money.kompas.com/read/2023/02/21/155533526/penyebab-udang-beku-ri-sulit-bersaing-dengan-ekuador-dan-india

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke