Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bursa Saham Asia Dibayangi "Overbought"

Kompas.com - 24/08/2009, 08:54 WIB

Indeks Nikkei Jepang

Pertengahan bulan lalu Indeks Nikkei Jepang mencetak level tertingginya dalam 10 bulan terkait kepercayaan investor terus terpacu setelah dua negara besar di Eropa Barat melaporkan pertumbuhan ekonomi yang mengejutkan di kuartal dua.

Negara Jerman dan Perancis telah mengakhiri resesinya dengan hasil PDB di atas perkiraan para ekonom. Positif data Jerman dan Perancis masih akan menjadi faktor penopang bagi pasar.

Kuatnya data pertumbuhan zona Eropa memperkuat harapan akan pemulihan ekonomi. Penguatan ekonomi Eropa dan Amerika dipengaruhi oleh ekspornya ke negara-negara berkembang, terutama ke negara China.

Tren kenaikan masih berlanjut namun pasar kemungkinan akan bergerak di range yang sedikit ketat seiring kondisi juga telah overbought secara teknikal, sementara tekanan profit taking kemungkinan akan meningkat.

Investor kemungkinan akan menambah kepemilikan aset-aset yang beresiko seperti saham pada musim panas ini setelah pimpinan Fed Ben Bernanke memberi pandangan ekonomi yang optimis, sehingga mendorong kepercayaan bahwa pemulihan ekonomi akan berlanjut hingga tahun depan.

Secara teknikal indeks Nikkei masih mengarah ke area 11.000an, bahkan bila dapat menembus level ini indeks akan coba test ke resistance kuat 11.315 (Fibonacci II - 38,2 persen, tertinggi bulan Juli 2007 dan terendah November 2008).

Sementara Nikkei kemungkinan akan terkoreksi terlebih dahulu ke area 10.000 setelah melewati support Fibonacci I - 61,8 persen di 10.250, dan indeks akan konsolidasi di range antara 10.000 dan 10.500, meski tidak tertutup kemungkinan tembus di bawah level ini dan mengarah ke level 9.630 (Kisaran Fibonacci-I 50 persen).  


Indeks Hangseng – Hongkong  

Reli bursa Hongkong diperkirakan akan berlanjut terkait saham industri mendapat dukungan dari membaiknya data ekonomi dunia sementara masuknya likuiditas juga akan terus mendorong sejumlah aset Hongkong dan menaikkan performa saham properti.

Faktor lain yang mendukung adalah indeks aktivitas manufaktur China menguat ke level tertinggi dalam 1 tahun terakhir karena naiknya permintaan domestik.

Dengan munculnya data ini investor yakin ekonomi China akan tetap membaik dan pada akhirnya ekspor akan naik sehingga ini akan menggiring indeks Hangseng terus melejit. Hal yang mengejutkan juga bahwa Hongkong baru saja keluar dari resesi di kuartal ke-2 dengan angka PDB tumbuh 3,3 persen.
Namun patut diwaspadai bahwa laporan keuangan yang buruk dapat juga membalikkan keadaan, selain sentimen negatif akibat kekhawatiran pengetatan moneter di negeri China.

Secara teknikal indeks Hang Seng berpotensi ke kawasan 21.000 dan akan bergerak secara bertahap hingga ke resisten 22.000 dan akan konsolidasi di area ini. Bila angka ini terlewati maka indeks akan melanjutkan ke area 23.800 sebagai tahanan atas paling kuat.

Sementara bila indeks terus menerus mengikis level psikologis 20.000 harga akan menyusut koreksi ke batasan bawah 19.000 dan bisa terus berlanjut terpuruk hingga 18.525 Fibonacci 50 persen dan menjauh lagi ke kisaran 16.646 Fibonacci 38,2 persen. (Daru Wibisono/Senior Research And Analyst PT Monex Investindo Futures)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Pajak Daerah secara Online lewat Tokopedia

Cara Bayar Pajak Daerah secara Online lewat Tokopedia

Spend Smart
Apa Itu 'Cut-Off Time' pada Investasi Reksadana?

Apa Itu "Cut-Off Time" pada Investasi Reksadana?

Earn Smart
Mengenal Apa Itu 'Skimming' dan Cara Menghindarinya

Mengenal Apa Itu "Skimming" dan Cara Menghindarinya

Earn Smart
BRI Beri Apresiasi untuk Restoran Merchant Layanan Digital

BRI Beri Apresiasi untuk Restoran Merchant Layanan Digital

Whats New
Kemenhub Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM Angkutan Penyeberangan

Kemenhub Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM Angkutan Penyeberangan

Whats New
CGAS Raup Pendapatan Rp 130,41 Miliar pada Kuartal I 2024, Didorong Permintaan Ritel dan UMKM

CGAS Raup Pendapatan Rp 130,41 Miliar pada Kuartal I 2024, Didorong Permintaan Ritel dan UMKM

Whats New
Simak Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Simak Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Earn Smart
HET Beras Bulog Naik, YLKI Khawatir Daya Beli Masyarakat Tergerus

HET Beras Bulog Naik, YLKI Khawatir Daya Beli Masyarakat Tergerus

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui Malaysia hingga Amerika Serikat

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui Malaysia hingga Amerika Serikat

Whats New
KKP Terima 99.648 Ekor Benih Bening Lobster yang Disita TNI AL

KKP Terima 99.648 Ekor Benih Bening Lobster yang Disita TNI AL

Rilis
Di Hadapan Menko Airlangga, Wakil Kanselir Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Di Hadapan Menko Airlangga, Wakil Kanselir Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Whats New
Soal Rencana Kenaikan Tarif KRL, Anggota DPR: Jangan Sampai Membuat Penumpang Beralih...

Soal Rencana Kenaikan Tarif KRL, Anggota DPR: Jangan Sampai Membuat Penumpang Beralih...

Whats New
Menteri ESDM Pastikan Perpanjangan Izin Tambang Freeport Sampai 2061

Menteri ESDM Pastikan Perpanjangan Izin Tambang Freeport Sampai 2061

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Terus Tunjukan 'Daya Tahannya'

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Terus Tunjukan "Daya Tahannya"

Whats New
“Wanti-wanti” Mendag Zulhas ke Jastiper: Ikuti Aturan, Kirim Pakai Kargo

“Wanti-wanti” Mendag Zulhas ke Jastiper: Ikuti Aturan, Kirim Pakai Kargo

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com