Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ADRO Menahan Keterpurukan BUMI, IHSG Turun 0,24 Persen

Kompas.com - 23/11/2009, 16:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keterpurukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama sedikit berkurang pada paruh kedua. Ujungnya, Senin (23/11), hingga akhir perdagangan, indeks bertengger di 2.481,42, atau hanya melemah 0,24 persen. Nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp 4,41 triliun. Perinciannya 69 saham naik, 106 saham turun, dan 69 saham tak mengalami perubahan harga.

Kali ini saham-saham emiten batu bara, kecuali PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menjadi penopang indeks. Mereka adalah PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 2,25 persen menjadi Rp 15.900, PT PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang melesat 4,12 persen menjadi Rp 1.770 dalam sepuluh menit terakhir, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,5 persen menjadi Rp 27.150. Sementara saham BUMI turun 2,65 persen menjadi Rp 2.750.

Saham-saham lain yang juga mencatatkan penguatan; PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,4 persen menjadi Rp 17.100, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 0,44 persen menjadi Rp 22.750, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 1,56 persen menjadi Rp 3.250, dan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) naik 30,72 persen menjadi Rp 200.

Saham-saham yang ditransaksikan melemah; PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 2,52 persen menjadi Rp 11.600, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 0,96 persen menjadi Rp 15.450, PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,3 persen menjadi Rp 33.150, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) turun 1,94 persen menjadi Rp 3.800.  (Hendra Soeprajitno/Kontan)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Laba Bank Tumbuh Terbatas, Pengamat: Pengaruh Kondisi Ekonomi Secara Umum

Laba Bank Tumbuh Terbatas, Pengamat: Pengaruh Kondisi Ekonomi Secara Umum

Whats New
Jumlah Kunjungan Warga RI ke Singapura Meningkat Gara-gara Konser Taylor Swift

Jumlah Kunjungan Warga RI ke Singapura Meningkat Gara-gara Konser Taylor Swift

Whats New
Pasca Halving Bitcoin, Apa yang Harus Dicermati Investor?

Pasca Halving Bitcoin, Apa yang Harus Dicermati Investor?

Earn Smart
KJRI Cape Town Gelar 'Business Matching' Pengusaha RI dan Afrika Selatan

KJRI Cape Town Gelar "Business Matching" Pengusaha RI dan Afrika Selatan

Whats New
Baru 4 Bulan, Sudah 11 Bank Perekonomian Rakyat yang Tumbang

Baru 4 Bulan, Sudah 11 Bank Perekonomian Rakyat yang Tumbang

Whats New
Maskapai Akui Tak Terdampak Pengurangan Bandara Internasional

Maskapai Akui Tak Terdampak Pengurangan Bandara Internasional

Whats New
Bank BTPN Raup Laba Bersih Rp 544 Miliar per Maret 2024

Bank BTPN Raup Laba Bersih Rp 544 Miliar per Maret 2024

Whats New
Melalui Aplikasi Livin' Merchant, Bank Mandiri Perluas Jangkauan Nasabah UMKM

Melalui Aplikasi Livin' Merchant, Bank Mandiri Perluas Jangkauan Nasabah UMKM

Whats New
Hari Tuna Sedunia, KKP Perluas Jangkauan Pasar Tuna Indonesia

Hari Tuna Sedunia, KKP Perluas Jangkauan Pasar Tuna Indonesia

Whats New
Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD, Indonesia Siap Tingkatkan Kolaborasi dan Partisipasi Aktif dalam Tatanan Dunia

Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD, Indonesia Siap Tingkatkan Kolaborasi dan Partisipasi Aktif dalam Tatanan Dunia

Whats New
Pasarkan Produk Pangan dan Furnitur, Kemenperin Gandeng Pengusaha Ritel

Pasarkan Produk Pangan dan Furnitur, Kemenperin Gandeng Pengusaha Ritel

Whats New
Punya Manfaat Ganda, Ini Cara Unit Link Menunjang Masa Depan Gen Z

Punya Manfaat Ganda, Ini Cara Unit Link Menunjang Masa Depan Gen Z

BrandzView
Asosiasi Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektrik

Asosiasi Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektrik

Whats New
Impor Bahan Baku Pelumas Tak Lagi Butuh Pertek dari Kemenperin

Impor Bahan Baku Pelumas Tak Lagi Butuh Pertek dari Kemenperin

Whats New
Cara Isi Token Listrik secara Online via PLN Mobile

Cara Isi Token Listrik secara Online via PLN Mobile

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com