Semar, Mobil Irit dari UGM

Kompas.com - 19/03/2010, 04:20 WIB
Editor

Oleh irene sarwindaningrum

Menggabungkan mesin motor pemotong rumput biasa dan teknologi pesawat terbang, Semar mencoba memberikan solusi untuk permasalahan menyusutnya pasokan energi. Dengan satu liter bensin, si kecil ini mampu menempuh jarak sekitar 400 kilometer atau setara Jakarta-Pekalongan. 

Semar adalah protipe mobil masa depan hemat energi dan ramah lingkungan yang dirancang Tim Semart. Tim ini adalah sekelompok mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Tim beranggotakan 15 mahasiswa ini dibentuk Juli 2009 untuk menjawab undangan kompetisi mobil hemat energi Shell Eco-Marathon di Sirkuit Sepang, Malaysia, 7-8 Juli 2010.

Sekilas, bentuk Semar sangat mungil dan tidak lazim untuk kendaraan masa kini. Dengan panjang 2,7 meter, tinggi 0,8 meter, serta lebar 0,88 meter, bentuk Semar gembung di depan dan mengerucut di belakang. Bagi mata awam, bentuk ini sangat mirip kecebong.

Direktur Teknis Tim Semart UGM M Wisnu Hargono (23), seusai peluncuran Semar di Yogyakarta, Rabu (17/3), mengatakan, desain yang lazim disebut tetesan air (airfoil) ini diadopsi dari bagian dalam sayap pesawat terbang. ”Bentuk ini adalah bentuk yang paling aerodinamis sehingga hambatan udara bisa ditekan. Dengan hambatan kecil, bahan bakar yang diperlukan pun lebih rendah,” ujarnya.

Hambatan udara pada Semar berkurang menjadi tinggal sekitar 3 persen saja atau jauh lebih rendah dari hambatan udara sedan yang berkisar 30 persen maupun bus yang mencapai 70 persen. Dibandingkan mobil pada umumnya yang rata-rata hanya mampu menempuh jarak 20 kilometer dengan satu liter bensin, Semar jelas jauh lebih hemat.

Selain bentuknya aerodinamis, penghematan energi dilakukan dengan bobot yang dibuat seringan mungkin. ”Semakin ringan sebuah kendaraan, semakin sedikit bahan bakar yang diperlukan. Masalahnya, bahan ringan sering kali rapuh atau terlalu mahal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tim Semart memilih bahan alumunium yang lebih murah dari bahan-bahan ringan lainnya, seperti titanium. Kerapuhan bahan alumunium diakali dengan rancang desain struktur yang berfungsi saling menguatkan. Mungkin bisa dianalogikan dengan fondasi tahan gempa yang digunakan di sejumlah candi. Berat kerangka Semar hanya tiga kilogram dari berat total kendaraan 25 kg. Meskipun ringan, Semar dirancang mampu menahan berat hingga sekitar 150 kg.

Terus diperbaiki

Wisnu mengatakan, selain desain aerodinamis dan berbobot ringan, faktor penting penghematan adalah penggunaan sistem injeksi pintar rancangan Tim Semart UGM yang disebut Smart E-Mode. Disebut pintar karena Smart E-Mode mampu mengatur pengeluaran bahan bakar secara efisien atau hanya sesuai dengan beban mesin. Sistem injeksi rancangan Tim Semart UGM itu memadukan beberapa sensor yang mampu mengukur parameter kendaraan. Dengan sistem ini, bahan bakar tidak selalu dikeluarkan setiap kecepatan ditambah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X