Pasar Saham Asia Akhirnya Menguat

Kompas.com - 06/10/2011, 10:33 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

SINGAPURA, KOMPAS.com — Pasar saham Asia menguat pada pembukaan perdagangan, Kamis (6/10/2011), setelah ada data positif dari AS tentang laporan tenaga kerja. Data tersebut membuat investor sedikit lega di tengah bergejolaknya pasar modal. Harga komoditas dan minyak juga naik.

Para investor menyambut baik laporan tenaga kerja AS. Selain itu, rencana rekapitalisasi perbankan Eropa juga disambut baik. "Selain pembicaraan untuk mendukung perbankan Eropa, data ekonomi makro AS juga terlihat lebih solid sehingga menjadi sentimen positif di pasar," kata  Yoshihiro Okumura, analis dari Chibagin Asset Management di Tokyo, Jepang.

Indeks Nikkei naik 1,7 persen, indeks S&P Australia naik 2,8 persen, Kospi Korea naik 3,7 persen. Harga saham yang terkait dengan Apple bergerak beragam setelah tersiar kabar pendiri Apple, Steve Jobs, meninggal dunia setelah menderita kanker pankreas.

"Kondisi makro dan finansial tetap terus tertekan. Kami yakin hal ini dapat menjadi kesempatan bagi ECB untuk untuk mencari jalan agar dapat mengatasi masalah kredit ini," ujar Mitul Kotecha, strategis pada Credit Agricole.

Kurs euro diperdagangkan pada posisi 1,3343 per dollar AS, dari 1,3346 pada penutupan perdagangan di New YorK, AS.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X