Kompas.com - 22/10/2012, 11:39 WIB
EditorErlangga Djumena

Kalau dihitung dengan ekspor komponen otomotif secara tidak langsung, di antaranya oleh perusahaan afiliasi, ekspor seluruhnya bisa setidaknya 20 persen. Namun, kendati baru 20 persen, kami sudah mencapai apa yang kami kehendaki, yakni menembus pasar dunia. Kini bagaimana meningkatkan kuantitas produksi sekaligus lebih menajamkan kualitas. Kami mesti bekerja lebih prima untuk menjadi pilihan dunia.

Saya juga melihat, semakin tinggi volume ekspor, semakin banyak negara ini dikenal. Publik dunia jadi mengenal produk kelas satu dari sini. Itu sebabnya, kami terus berjuang keras meningkatkan kinerja, terutama dalam konteks kualitas produk.

Konkretnya, apa yang Anda lakukan?

Terus memperbaiki diri, mengejar apa yang mesti dikejar. Kami tidak mau terlambat antisipasi. Sebab, begitu terlambat, langsung ketinggalan. Dan itu panjang urusannya. Semua divisi, semua unit, semua lini, kami ajak bekerja maksimal. Unit yang menampung orang-orang cerdas yang menangani inovasi, kreasi, dan desain, misalnya, kami beri ruang lapang untuk menuangkan segenap kemampuannya. Hasilnya, komponen otomotif kami termasuk di antara yang sangat maju di kawasan ini.

Anda sangat menekankan hasil?

Hasil memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah proses. Kami selalu mulai dari awal, bagaimana menangani proses, melakukan perencanaan yang matang. Desain disiapkan profesional, kemudian menjalankan perencanaan sebaik mungkin. Kami sadar, untuk menghasilkan produk, harus melalui apa yang disebut ”proses membuat”. Kembali ke soal desain, kami juga selalu melihat ke depan bagaimana. Ini harus benar-benar dikuasai oleh riset dan pengembangan. Kami pun punya bagian khusus, menampung sekitar 130 orang engineer muda putra-putri Indonesia dengan kualitas berkelas.

Sudah meraih kinerja optimal?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Relatif, tetapi sejauh ini kami terus berkejaran dengan dinamika perubahan teknologi untuk menghasilkan komponen standar dunia. Untuk sepeda motor, misalnya, kami paham bahwa kandungan lokalnya sudah sangat tinggi, bahkan beberapa model sudah 98 persen. Namun, kami sangat menyadari bahwa AOP harus mampu mengembangkan komponen sendiri untuk memperbesar kontribusi. Karena itu, menyangkut mulai dari desain komponen tertentu sampai perancangan proses manufakturnya, butuh waktu untuk menghasilkannya sendiri. Namun, kami sangat yakin, para ahli kami mampu melakukan dan mewujudkannya pada waktunya nanti.

Kandungan lokal mobil Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla?

Sepengetahuan saya, mobil itu memiliki kandungan lokal amat tinggi, sekitar 84 persen. Syarat untuk menjadi sebuah mobil produk nasional, kandungan lokal minimal 80 persen. Jadi, mobil ini melebihi kriteria minimal.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Turun Rp 3.000 per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

    Turun Rp 3.000 per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

    Whats New
    Keuangan Terpukul Pandemi, AP I Tunda Bayar Gaji dan Tunjangan Karyawan

    Keuangan Terpukul Pandemi, AP I Tunda Bayar Gaji dan Tunjangan Karyawan

    Whats New
    Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

    Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

    Whats New
    Di Hadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

    Di Hadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

    Rilis
    Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

    Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

    Rilis
    Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

    Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

    Whats New
    Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

    Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

    Earn Smart
    Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

    Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

    Rilis
    BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    Work Smart
    Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

    Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

    Rilis
    Cerita Rachmat Kaimmudin, dari Penjaga Perpustakaan hingga Jadi CEO Bukalapak

    Cerita Rachmat Kaimmudin, dari Penjaga Perpustakaan hingga Jadi CEO Bukalapak

    Work Smart
    Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

    Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

    Whats New
    [POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

    [POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

    Whats New
    Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

    Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

    Whats New
    Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

    Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.