Kompas.com - 11/11/2012, 22:29 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melayangkan nota protes kepada Pemerintah Malaysia terkait pemerkosaan buruh migran asal Jawa Tengah berinisial S (25). Terlebih, pelaku pemerkosaan diduga adalah 3 Polisi Diraja Malaysia.

"Kemenlu harus meminta pertanggungjawaban Pemerintah Malaysia atas tindakan pelaku pemerkosaan," kata Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah pada Kompas.com, Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Yuni menyebutkan, perwakilan pemerintah di Malaysia harus melindungi dan memberikan hak-hak korban. Hal itu ditujukan demi menjamin asas keadilan bagi warga negara di perantauan. Selain itu, pemerintah harus berperan aktif mengupayakan kebenaran dan pemulihan sebagaimana mestinya.

"Hak pemulihan korban, baik fisik, psikis, dan sosial ekonomi agar dapat dikembalikan martabatnya. Ia harus diterima dan dapat beraktivitas kembali seperti semula," tambahnya.

Sebelumnya, seorang TKW berinisial S (25) menjadi korban pemerkosaan tiga oknum anggota Kepolisian Diraja Malaysia. Sebagaimana diberitakan New Straits Times, Sabtu (10/11/2012), peristiwa tersebut berawal saat TKW itu sedang bepergian dengan kendaraan di Prai, Penang, Malaysia. Kendaraan yang ditumpanginya kemudian dihentikan dua petugas kepolisian.

S mengaku sempat disekap di salah satu ruangan. Kemudian, ia digiring ke ruang lainnya. Di situ ia dipaksa untuk melayani nafsu ketiga polisi. Polisi yang pertama kali melakukan pemaksaan bahkan meminta layanan lebih berupa oral seks. Setelah itu, dua polisi kemudian membawa korban ke Taman Impian di Alma dan melepaskannya di sana.

Dari sana, ia melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi pada sekitar pukul 03.00 waktu setempat, sekitar satu jam setelah ditinggalkan di Taman Impian. Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian kemudian mengantar korban ke RS Seberang Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Kepolisian setempat Datuk Abdul Rahim Hanafi menyatakan sedang melakukan investigasi atas laporan tersebut. Penyelidikan saat ini sedang berlangsung. Ketiga polisi yang terlibat sudah dibebastugaskan selama seminggu.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.