Kapal Inka Mina Wajib Dievaluasi

Kompas.com - 22/01/2013, 02:37 WIB
Editor

JAkarta, Kompas - Komisi IV DPR minta Kementerian Kelautan dan Perikanan segera mengadakan evaluasi terhadap spesifikasi kapal ikan berbobot mati 30 ton yang merupakan bagian dari program bantuan 1.000 kapal nelayan.

Hal itu menjadi salah satu butir kesimpulan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Senin (21/1). Sejumlah pertanyaan muncul dalam rapat terkait indikasi penyimpangan program 1.000 kapal nelayan senilai Rp 1,5 triliun.

Ketua Komisi IV DPR Romahurmuziy mengemukakan, spesifikasi teknis kapal bantuan terlalu longgar, akibatnya modifikasi atas spesifikasi teknis justru menurunkan kualitas kapal. Penurunan mutu kapal itu mengancam keselamatan dan menimbulkan kecelakaan laut yang sangat merugikan nelayan.

Program bantuan 1.000 kapal Inka Mina itu digulirkan sejak tahun 2010-2014 dengan anggaran Rp 1,5 triliun. Sasaran bantuan adalah nelayan kecil yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB) nelayan.

”Program pengadaan kapal bantuan tahun ini harus mengacu pada hasil evaluasi spesifikasi kapal,” ujar Romahurmuziy.

Dari catatan Kompas, program Inka Mina tahun 2010-2012 menuai masalah berulang, mulai dari spesifikasi kapal yang tidak memadai, kesulitan biaya operasi, kerusakan kapal, kesulitan bahan bakar, hingga ketidakmampuan sumber daya nelayan.

Tahun 2010, pengadaan kapal hanya terealisasi 46 unit dari target 60 unit. Tahun 2011, hanya terealisasi 232 unit dari target 252 unit. Tahun 2012, target pembangunan kapal 250 unit. Hingga akhir tahun 2012 baru terbangun 174 unit.

Kapal Motor Inka Mina 108 di Lampung Barat yang merupakan proyek pengadaan tahun 2011, mesinnya terbakar dan tenggelam saat menangkap ikan akhir tahun 2012. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, mengungkapkan, ledakan kapal Inka Mina di Lampung mengindikasikan pelanggaran spesifikasi kapal. Kelompok nelayan penerima bantuan tidak pernah dilibatkan dalam proses pengadaan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengemukakan, pihaknya siap melakukan evaluasi pengadaan 1.000 kapal untuk nelayan. Akan tetapi, spesifikasi kapal tidak sama di setiap wilayah, di antaranya perbedaan kebutuhan jaring atau alat tangkap.

”Spesifikasi kapal tidak bisa diseragamkan, harus disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan daerah,” ujarnya. (LKT)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut: Saya Tidak Ingin Jadi Presiden atau Wakil Presiden

Luhut: Saya Tidak Ingin Jadi Presiden atau Wakil Presiden

Whats New
Netizen Curhat soal Perjuangan Transit di Stasiun Manggarai, Ini Kata KAI Commuter

Netizen Curhat soal Perjuangan Transit di Stasiun Manggarai, Ini Kata KAI Commuter

Whats New
Pengertian Biaya Overhead, Jenis, Contoh, dan Hitungannya

Pengertian Biaya Overhead, Jenis, Contoh, dan Hitungannya

Whats New
Ditutup Melemah, Nilai Tukar Rupiah Kembali ke Kisaran Rp 15.250 per Dollar AS

Ditutup Melemah, Nilai Tukar Rupiah Kembali ke Kisaran Rp 15.250 per Dollar AS

Whats New
Harga Kedelai Tinggi, Ukuran Tahu Tempe Mengecil

Harga Kedelai Tinggi, Ukuran Tahu Tempe Mengecil

Whats New
Fintech Lending dan UMKM Kumpul di Yogyakarta, Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan

Fintech Lending dan UMKM Kumpul di Yogyakarta, Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan

Whats New
Keseimbangan Pasar: Pengertian, Proses dan Faktor yang Memengaruhinya

Keseimbangan Pasar: Pengertian, Proses dan Faktor yang Memengaruhinya

Earn Smart
Keunggulan Minyak Makan Merah Dibandingkan Minyak Goreng Biasa

Keunggulan Minyak Makan Merah Dibandingkan Minyak Goreng Biasa

Whats New
BUMN Dinilai Perlu Ciptakan Diversifikasi Pendanaan Agar Tak Ketergantungan dengan APBN

BUMN Dinilai Perlu Ciptakan Diversifikasi Pendanaan Agar Tak Ketergantungan dengan APBN

Whats New
IHSG Akhiri Pekan Turun 0,70 Persen, INKP, BBCA, dan ARTO Jadi Top Losers

IHSG Akhiri Pekan Turun 0,70 Persen, INKP, BBCA, dan ARTO Jadi Top Losers

Whats New
Simak Biaya BBN Motor Terbaru, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Simak Biaya BBN Motor Terbaru, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Simak 4 Tips Hadapi Dampak Inflasi dan Stagflasi Global

Simak 4 Tips Hadapi Dampak Inflasi dan Stagflasi Global

Whats New
Pertamina Group Buka Lowongan Kerja hingga 11 Oktober 2022, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja hingga 11 Oktober 2022, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Hadapi Resesi Ekonomi 2023, Lakukan Langkah Penting Ini

Hadapi Resesi Ekonomi 2023, Lakukan Langkah Penting Ini

Spend Smart
Sektor Perbankan Jadi Kunci Penting dalam Penerapan Green Economy

Sektor Perbankan Jadi Kunci Penting dalam Penerapan Green Economy

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.