Kompas.com - 22/01/2013, 13:59 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 250 ton terigu asal Sri Lanka, yang sempat ditahan karena diduga mengandung zat kimia berbahaya, dijamin aman untuk dikonsumsi.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil pengujian di beberapa laboratorium di Indonesia dan Singapura. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak, di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

"Tidak ditemukan potasium bromat pada kedua merek tepung terigu asal Prima Ceylon Ltd, Sri Lanka, yang diimpor oleh PT Interindo Kharisma Jakarta. Selain itu, sesuai persyaratan SNI dan berdasarkan pengumpulan bahan keterangan, kedua merek tersebut telah memiliki sertifikat produk penggunaan tanda SNI serta nomor pendaftaran barang sehingga produk tersebut dapat diedarkan kembali di pasar," ujar Nus Nuzulia Ishak.

Pada 8 November 2012, Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar menemukan produk tepung terigu merek Mill Brand dan Aeroplane Brand yang diduga tidak memenuhi ketentuan.

Produk tersebut sebelumnya diduga mengandung potasium bromat. Untuk penyelidikan lebih lanjut, tim mengambil sampel tepung terigu kemudian melakukan pengujian di beberapa laboratorium di Indonesia dan Singapura.

Sementara produk tepung terigu lain yang ditemukan pada kegiatan yang sama masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X