Kompas.com - 27/03/2013, 07:26 WIB
EditorErlangga Djumena

Lion Air milik Rusdi Kirana dan kakaknya, Kusnan Kirana, sejak 2000 hingga kini telah memesan 727 pesawat. Sudah 100 pesawat Lion Air yang beroperasi. Lion Air berniat memiliki 1.000 pesawat tahun 2027.

Tumbuh tinggi

Ekspansi Lion Air ini, ujar Rusdi, karena harus merespons tingginya pertumbuhan pasar penerbangan di Asia Pasifik. Apalagi, tahun 2015 kebijakan ”open sky” diterapkan di ASEAN, yang memungkinkan konsumen punya banyak pilihan penerbangan. Pasar domestik dengan penduduk 245 juta orang juga akan terus digenjot.

Pertumbuhan pasar di Asia Pasifik yang sangat tinggi diungkapkan oleh Chief Operating Officer Customer Airbus John Leahy. Jika pertumbuhan pasar penerbangan di dunia mencapai dua kali lipat dalam setiap kurun 15 tahun, pasar Asia Pasifik bisa tumbuh dua kali lipat dalam setiap kurun 10 tahun. Karakter ini dipicu oleh penerbangan berbiaya murah.

Airbus mencatat permintaan maskapai penerbangan di Asia Pasifik yang sangat besar, pada saat bersamaan, backlog (kekurangan) pemenuhan juga besar. Untuk jenis A320, misalnya, dari jumlah pesanan 9.390 unit, baru bisa terpenuhi 5.467 unit.

Menurut Rusdi, fokus pengembangan bisnis Lion Air ke luar negeri dilakukan dengan membuat penerbangan baru maupun membangun maskapai baru di luar negeri dengan cara akuisisi atau membentuk baru. Beberapa negara tetangga yang potensial adalah Myanmar, Thailand, dan Vietnam.

Lion Air saat ini telah memiliki Maskapai Malindo Airways di Malaysia, perusahaan patungan dengan Malaysia, yang terbang perdana 22 Maret 2013. Beberapa destinasi antara lain Kinabalu (Malaysia), New Delhi, Dhaka, Kanton, dan Hongkong.

Bulan depan, Lion Air juga akan mengoperasikan pesawat layanan penuh (full service), Batik Air. Segmentasi pasar tetap akan dilakukan sesuai dengan target pasar. Untuk Thailand, misalnya, potensi tinggi dalam bisnis penerbangan biaya murah, sedangkan Australia untuk penerbangan layanan penuh.

Usaha membesarkan bisnis penerbangan haruslah bernilai tambah dan mendatangkan devisa ke dalam negeri. Pelebaran sayap usaha, lanjut Rusdi, tidak sekadar membeli pesawat.

Airbus telah sepakat memberikan pelatihan pilot dan teknisi di pusat training milik Lion di Cirebon dan Palangkaraya. ”Sebagai pembeli terbesar dari Airbus, kita punya power untuk melobi, dan mereka (Airbus) sangat kooperatif,” ujarnya.

Untuk perawatan, pihak Lion Air sedang membangun bengkel pesawat di lahan 16 hektar yang disewa dari Badan Otoritas Batam. (BM Lukita Grahadyarini)

Baca Juga:
Ini Cara Bos Lion Air Melobi Airbus
Lion Air Beli 234 Unit Pesawat Airbus

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
Erick Thohir: Belum Ada Rencana Pemerintah Naikkan Pertalite

Erick Thohir: Belum Ada Rencana Pemerintah Naikkan Pertalite

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.