Kelelahan Pilot, Faktor Risiko Terbesar Kecelakaan Pesawat

Kompas.com - 17/04/2013, 11:48 WIB
EditorAsep Candra

2. Kelelahan dan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan.

Pengambilan keputusan merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam tindakan penerbangan. Lebih-lebih bila penerbang menghadapi situasi darurat. Kondisi kelelahan yang dialami penerbang dapat mengakibatkan dampak yang sangat merugikan di bidang ini.

Dalam keadaan lelah, pengambilan keputusan cenderung kaku. Penerbang menjadi tidak fleksibel dalam mengamati berbagai alternatif tindakan yang paling aman. Keadaan ini selanjutnya akan menimbulkan dampak yang berlawanan dari apa yang diharapkan, dan tentunya dapat berakibat fatal.

3. Kelelahan dan "end deterioration".

Efek kelelahan lainnya yang menarik untuk diamati adalah kekeliruan atau kesalahan-kesalahan yang muncul bila penerbang mulai mendekati atau memasuki tempat pendaratan. Efek ini sering disebut end deterioration. Suatu kecenderungan kegagalan penerbang yang meningkat pada tahap-tahap akhir penerbangan. Interpretasi dari efek ini ialah kelelahan penerbang yang tak tertahan lagi untuk rileks atau beristirahat bila pesawat terbang mendekati akhir penerbangan.

4. Kelelahan dan "series of error".

Efek kelelahan tidak saja mengakibatkan kecelakaan pada akhir suatu sorti penerbangan. Kondisi ini bisa juga terjadi ketika lepas landas atau tak berapa lama setelah lepas landas. Hal ini biasanya disebabkan oleh suatu seri kesalahan (series of error) sejak persiapan penerbangan saat masih di darat. Dari suatu misi penerbangan yang panjang, para awak pesawat tiba dengan selamat di suatu pangkalan untuk beristirahat dan keesokan harinya akan melanjutkan penerbangan, mungkin melakukan penerbangan untuk kembali ke home base, atau melanjutkan penerbangan ke pangkalan terdepan dalam misi operasi lainnya.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Memutus Penyebaran Covid-19 saat “New Normal”

    4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Memutus Penyebaran Covid-19 saat “New Normal”

    Spend Smart
    Harga Emas Antam Anjlok Rp 17.000

    Harga Emas Antam Anjlok Rp 17.000

    Whats New
    CORE: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 677 Triliun Masih Jauh Dari Ideal

    CORE: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 677 Triliun Masih Jauh Dari Ideal

    Whats New
    KKP Kembali Lepasliarkan 95.610 Benih Lobster

    KKP Kembali Lepasliarkan 95.610 Benih Lobster

    Whats New
    Tata Cara Lengkap Refund Dana Haji Reguler, Khusus, serta Pelimpahan Porsi

    Tata Cara Lengkap Refund Dana Haji Reguler, Khusus, serta Pelimpahan Porsi

    Whats New
    Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

    Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

    Whats New
    IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

    IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

    Whats New
    Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

    Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

    Whats New
    Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

    Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

    Whats New
    Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

    Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

    Whats New
    Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

    Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

    Whats New
    Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

    Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

    Whats New
    [POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

    [POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

    Whats New
    Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

    Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

    Whats New
    New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

    New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X