Targetkan Rp 1,6 Triliun

Kompas.com - 30/05/2013, 03:00 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Dengan tawaran harga saham perdana atau IPO senilai Rp 500-Rp 685 per saham, manajemen PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mengincar dana hingga Rp 1,6 triliun. Dana itu terutama akan digunakan untuk membangun pabrik baru di Provinsi Sumatera Selatan.

”Untuk mendukung proyek itu, kami butuh minimal Rp 1 triliun,” kata Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Pamudji Rahardjo seusai paparan publik penawaran umum perdana saham perusahaan semen tersebut, di Jakarta, Rabu (29/5).

Manajemen Baturaja menawarkan 2.337.678.500 (dua miliar tiga ratus tiga puluh tujuh juta enam ratus tujuh puluh delapan ribu lima ratus) saham perdana atau sekitar 23,76 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Jumlah itu termasuk maksimal 19.168.500 (sembilan belas juta seratus enam puluh delapan ribu lima ratus) saham atau 0,82 persen dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan untuk Employee Stock Allocation Program (ESAP).

Selain itu juga maksimal 162.321.500 (seratus enam puluh dua juta tiga ratus dua puluh satu ribu lima ratus) saham atau 1,65 persen

dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO untuk pelaksanaan Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. Direktur Utama Bahana Eko Yuliantoro menyatakan rentang harga yang ditawarkan adalah upaya penjamin pelaksana untuk mencari titik temu keinginan manajemen Semen Baturaja dan investor. ”Harga itu tergolong di bawah harga rata-rata saham di sektor serupa sehingga kami yakin investor semakin tertarik,” kata Eko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pamudji mengungkapkan rencana penggunaan dana pembangunan pabrik baru, yakni sekitar 25 persen untuk pengadaan dan pengembangan lahan, sekitar 70 persen untuk pembelian mesin dan peralatan utama, serta sekitar 5 persen untuk peralatan elektronik dan otomasi, perteknikan, juga desain.

Pabrik baru akan menambah kapasitas produksi Semen Baturaja 1,85 juta ton per tahun atau menjadi 3,85 juta ton per tahun.

Dari sisi kinerja keuangan, lima tahun terakhir volume penjualan Semen Baturaja meningkat rata-rata 4 persen per tahun. Dalam periode sama, laba kotor, laba usaha, dan laba bersih perseroan tumbuh 13 persen, 14 persen, dan 22 persen. Margin laba usaha juga naik 33,5 persen pada 2012 dari sebelumnya 27,1 persen pada 2008. Margin laba bersih juga naik 27,2 persen pada 2012 dari 17,1 persen pada 2008.

Pamudji memperkirakan pertumbuhan industri semen tahun 2013 bisa mencapai 10 persen. Sebagai gambaran, konsumsi semen domestik tahun 2009 tercatat 38.416.000 ton dan meningkat menjadi 40,778 juta ton pada 2010. Konsumsi semen domestik terus meningkat menjadi 48 juta ton (2011) dan 54,969 juta ton (2012).

”Permintaan selalu meningkat pada semester kedua per tahun,” katanya.

Di sisi lain, produksi semen nasional 2009-2012 selalu lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi. Produksi semen 2009 sebanyak 36,906 juta ton dan pada 2010 sebesar 39,476 juta ton. Produksi semen nasional pada 2011 dan 2012 mencapai 45,238 juta ton dan 51,922 juta ton. (CAS/BEN)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X