Presiden: Jaga Rupiah di Rp 9.800 Per Dollar AS

Kompas.com - 11/06/2013, 17:43 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA,KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para pembantunya untuk menahan laju pelemahan rupiah pada angka Rp 9.800 per dollar AS. Pemerintah merasa pelemahan rupiah yang sempat menyentuh angka di atas Rp 10.000 bisa menganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Hari ini, angka rupiah akan coba ditahan pada Rp 9.800 per dollar AS agar tidak sampai menembus angka Rp 10.000 seperti kemarin," ujar Firmanzah, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan di Kantor Presiden, Selasa (11/6/2013).

Firmanzah mengatakan, Presiden berharap mata uang rupiah bisa stabil di angka Rp 9.500 sampai Rp 9.800 per dollar AS. Sebab, kalau nilai rupiah terlalu naik, itu tidak bagus bagi ekspor barang-barang dalam negeri. Sementara jika rupiah melemah, itu juga tidak baik bagi sektor impor.

Selain itu, Presiden juga mendesak agar pembahasan dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di DPR segera disahkan agar harga BBM bisa segera dinaikkan.

Pemerintah berharap, lanjut Firmanzah, dengan kenaikan harga BBM, nilai tukar rupiah bisa kembali menguat. Sebab, akan ada kepastian kebijakan untuk mengurangi defisit fiskal dan neraca perdagangan yang banyak disumbangkan dari impor BBM. (Noverius Laoli/Kontan)

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X