Data China dan The Fed Menekan Wall Street di Sesi Pembukaan

Kompas.com - 20/06/2013, 21:27 WIB
SHUTTERSTOCK
EditorBambang Priyo Jatmiko

NEW YORK, KOMPAS.com — Saham di Wall Street melemah saat pembukaan, merespons kondisi perekonomian China yang membuat bursa di berbagai negara anjlok serta langkah Federal Reserve yang akan menghentikan pemberian stimulus pada pertengahan tahun depan.

Lima menit setelah pasar dibuka, indeks Dow Jones turun 159,54 poin (1,06 persen) di posisi 14.952,65. Sementara itu, indeks S&P 500 tergelincir 19,45 poin (1,19 persen) menjadi 1.609,48 sedangkan indeks Nasdaq tumbang 43,10 poin (1,25 persen).

“The Fed mengambil kebijakan yang tidak mudah karena perekonomian sedang menguat,” ujar Jason Benowitz, broker dari Roosevelt Investment Group Inc, New York Kamis (20/6/2013).

Menurutnya, langkah the Fed tersebut sebenarnya bagus, akan tetapi efek yang ditimbulkan juga tidak sedikit. Salah satunya adalah naiknya imbal hasil obligasi jangka panjang Pemerintah AS dan menguatnya nilai tukar dollarAS.

"Dua hal ini membuat pasar-pasar di negara emerging market  menjadi berisiko. Demikian juga terhadap pasarsaham AS," lanjutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X