Kwik: Masa Harga BBM Lebih Murah ketimbang Air Kemasan?

Kompas.com - 24/06/2013, 10:16 WIB
Pakar ekonomi senior, Kwik Kian Gie

KOMPAS/ALIF ICHWANPakar ekonomi senior, Kwik Kian Gie
EditorErlangga Djumena
DEPOK, KOMPAS.com — Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kwik Kian Gie (KKG) mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000-6.500 per liter.

Alasannya, kenaikan harga BBM memungkinkan Indonesia memiliki surplus lebih tinggi untuk membiayai pembangunan.

"Harga BBM saat ini terlalu murah. Masa BBM lebih murah dari harga satu botol Aqua satu liter atau satu botol bir? Naiknya harga BBM memungkinkan Indonesia memiliki surplus lebih tinggi untuk membiayai pembangunan," kata Kwik dalam acara diskusi publik di Cimanggis, Depok, Minggu (23/6/2013).

Menurut Kwik, harga BBM memang harus dinaikkan ke level yang wajar, yakni di kisaran Rp 6.000-Rp 6.500 per liter.

Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, ada tiga faktor yang menjadi pertimbangan untuk menaikkan harga BBM. Pertama, kepantasan atau kepatutan. Kedua, daya beli masyarakat. Ketiga, nilai strategis.

Dari sisi kepantasan, papar Kwik, harga BBM yang lebih murah dibandingkan dengan harga sebotol air minum termasuk tidak pantas. Kedua, dari segi daya beli masyarakat, harga Rp 6.000-6.500 per liter masih tergolong wajar.   

"Saya yakin harga itu masih bisa dijangkau. Jika dilihat dari faktor strategis, BBM merupakan barang sangat strategis yang dibutuhkan dan digunakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Karena itu, harganya tidak bisa dipatok sesuai harga internasional, yakni Rp 9.000-10.000 per liter," tuturnya.

Hal lain yang sangat mendasar, lanjut Kwik, dengan menaikkan harga BBM, Indonesia diharapkan memiliki surplus lebih tinggi lagi untuk membiayai pembangunan lain.

Karena itu, Kwik menyesalkan pemerintah yang ia nilai lamban dan mengulur-ulur waktu menaikkan harga BBM.

"Dengan mengulur-ukur waktu menaikkan BBM, justru menambah persoalan psikologis masyarakat. Harga kebutuhan pokok naik sebelum harga BBM naik," bebernya.

Kwik menjelaskan, rencana kenaikan harga BBM sebenarnya sudah diusulkan pemerintah sejak awal 2012, tetapi ditolak DPR pada 30 Maret 2012.

Pemerintah ragu memutuskan kenaikan harga BBM sekalipun wewenang itu berada di tangan presiden sebagaimana diatur dalam UU APBN 2013.

Presiden tak mau menaikkan harga BBM tanpa mendapatkan dukungan program percepatan dan perlindungan sosial sebagai langkah melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga BBM bersubsidi, yang akhirnya disetujui DPR dalam APBN-P 2013 melalui rapat paripurna DPR. (dod)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

    Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

    Spend Smart
    Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

    Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

    Spend Smart
    Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

    Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

    Whats New
    Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

    Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

    Whats New
    Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

    Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

    Whats New
    Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

    Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

    Whats New
    Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

    Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

    Whats New
    UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

    UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

    Smartpreneur
    KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

    KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

    Rilis
    LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

    LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

    Whats New
    Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

    Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

    Whats New
    Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

    Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

    Whats New
    Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

    Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

    Rilis
    Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

    Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

    Whats New
    Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

    Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.