Kompas.com - 18/07/2013, 19:49 WIB
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar KOMPAS. com/Indra AkuntonoMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) Muhaimin Iskandar mengancam akan memberi sanksi kepada perusahaan yang tidak mau membayar tunjangan hari raya (THR). Untuk itu, Muhaimin telah meminta pekerja segera melapor jika tidak menerima THR dari perusahaan tempat dia bekerja.

"THR akan wajib diberikan paling lambat H-10. THR satu kali gaji minimal, kami juga membuka posko pengaduan apabila ada karyawan perusahaan dan buruh yang tidak mendapat THR dan kami akan follow up untuk dilakukan penindakan," janji Muhaimin ketika ditemui di Kantor Presiden, Kamis (18/7/2013).

Menurut Muhaimin, ia akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak memberikan THR bagi pegawainya. Apalagi bila secara finansial perusahaan tersebut mampu tetapi menolak memberikan THR.

"Sanksi ada banyak tahapan ya, kalau dilanggar dengan sengaja padahal perusahaan mampu, bisa digugat secara hukum," tambahnya.

Namun sayang, Ketua Umum PKB ini enggan membeberkan bentuk sanksi bagi perusahaan yang nakal atau tidak memberikan THR bagi karyawannya itu. Ia berkilah, sanksinya tergantung seberapa besar tingkat pelanggaran sebuah perusahaan. (Noverius Laoli)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Kontan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.