Impor Kedelai Ada di Pemain Lama

Kompas.com - 28/08/2013, 10:13 WIB
ILUSTRASI: Kedelai KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIILUSTRASI: Kedelai
EditorErlangga Djumena

Yang pasti, Gakoptindo sudah membentuk divisi khusus yang akan menangani tugas tersebut. Bahkan, Gakoptindo juga sudah menghubungi eksportir di Amerika Serikat untuk memasok kedelai.

Awalnya Gakoptindo mengharapkan pemerintah segera mengeluarkan SPI kepada Bulog untuk mengimpor kedelai. Apalagi Bulog sudah diberikan tugas untuk menstabilkan harga kedelai.

Keterlambatan pemerintah untuk memberikan izin impor kepada Bulog ini jelas membuat pengrajin pusing. Pasalnya, saat ini harga kedelai impor mengalami lonjakan gara-gara melemahnya mata uang rupiah. Sedangkan pasokan kedelai dari lokal masih belum mencukupi.

Selama ini, para pengrajin tahu tempe membeli kedelai impor di level harga Rp 8.700 hingga Rp 9.000 per kilogram (kg). "Wah, saya lemas sekarang. Bingung juga mau bagaimana," kata Aip.

Bachrul membenarkan, kenaikan harga kedelai pada saat ini bukan karena stok kedelai menipis tetapi disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kedelai yang sebagian besar dipasok dari impor menjadi semakin mahal.

Bachrul menjelaskan, stok kedelai yang ada hingga akhir Agustus 2013, baik di gudang importir maupun yang sedang dalam proses pengiriman tersedia sebesar 300.000 ton. Stok ini diklaim cukup untuk kebutuhan 2,5 bulan konsumsi pengrajin tahu dan tempe di Indonesia. (Handoyo, Maria Elga Ratri)

 

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

Whats New
373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Whats New
Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

Whats New
Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Whats New
BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

Whats New
DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Whats New
Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Whats New
Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X