Cari Cara Atasi Pengangguran, Kepala Negara Uni Eropa Berkumpul di Paris

Kompas.com - 12/11/2013, 10:47 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
PARIS, KOMPAS.com - Para pemimpin negara-negara Uni Eropa, Selasa (12/11/2013), berkumpul di Paris, Perancis, untuk mencari jalan menghadapi tantangan ledakan pengangguran. Sebelumnya Perdana Menteri Jerman Angela Merkel menyatakan masalah pengangguran adalah tantangan nyata yang dihadapi benua Eropa.

Presiden Perancis Francois Hollande menjadi tuan rumah pertemuan yang diinisiasi Jerman dan akan disusul dengan pertemuan puncak pada Juli 2014 di Berlin, Jerman. Pertemuan kali ini dihadiri oleh 24 dari 28 kepala negara anggota Uni Eropa.

Statistik terbaru dari Komisi Eropa menyebutkan angka pengangguran pemuda di Uni Eropa telah melebar hingga level 23,5 persen. Sementara, sekitar 7,5 juta pemuda berusia antara 15 sampai 24 tahun saat ini sedang bekerja di level pemula atau sedang menempuh pendidikan lanjutan dan pelatihan.

Di Uni Eropa, kesenjangan angka pengangguran cukup kentara. Di Jerman, angka pengangguran ada di kisaran 7,7 persen angkatan kerja. Namun di negara-negara yang perekonomiannya lumpuh karena krisis utang, Yunani atau Spanyol misalnya, angka penganggurannya bisa menembus 50 persen angkatan kerja.

Dalam peringatannya soal angka pengangguran yang bakal menjadi ancaman paling nyata untuk Eropa dalam waktu dekat, Merkel memperingatkan pula akan kemungkinan munculnya "generasi yang hilang" di Eropa. Butuh sekoci penyelamat berupa tindakan yang efektif membalikkan tren lonjakan angka pengangguran itu.

"Asuransi Pemuda"

Anggota Uni Eropa telah berkomitmen menyedikan dana 12 miliar euro atau setara Rp 180 triliun untuk dua tahun ke depan bagi program "Asuransi Pemuda". Jumlah yang sama juga menjadi komitmen, masing-masing dari Bank Investasi Eropa dan Dana Sosial Eropa.

Asuransi ini merupakan jaminan pemberian kesempatan kerja, pendidikan lanjutan, atau pelatihan selama empat bulan untuk setiap anak muda yang baru saja menyelesaikan sekolah. Setiap negara anggota Uni Eropa diminta menyerahkan rencana mereka untuk penerapan skema asuransi ini, sebelum akhir 2014.

Sebuah sumber di kantor kepresidenan Perancis mengatakan pertemuan Selasa tidak bertujuan merumuskan "peralatan" yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah pengangguran. Pertemuan lebih ditujukan untuk memastikan kemauan politik setiap negara dan bahwa semua upaya bakal dikerahkan untuk mengatasi masalah pengangguran ini.

Juru bicara Merkel Steffen Seibert menggambarkan pertemuan Paris sebagai "saham perdana" untuk pengambilan keputusan pada pertemuan puncak pada Juli 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Whats New
APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

Whats New
Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Rilis
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Whats New
Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Whats New
Mudah, Begini Cara Tarik Tunai Saldo OVO di ATM BCA dan Bank Lainnya

Mudah, Begini Cara Tarik Tunai Saldo OVO di ATM BCA dan Bank Lainnya

Whats New
Ini Upaya Menteri ESDM Atasi Subsidi BBM Agar Tak 'Jebol'

Ini Upaya Menteri ESDM Atasi Subsidi BBM Agar Tak "Jebol"

Whats New
Tahun Depan Diperkirakan Stagflasi, Masyarakat Menengah ke Bawah Harus Waspada

Tahun Depan Diperkirakan Stagflasi, Masyarakat Menengah ke Bawah Harus Waspada

Whats New
Promo XL Axiata dalam Rangka HUT Ke-77 RI

Promo XL Axiata dalam Rangka HUT Ke-77 RI

Rilis
Bangun Infrastruktur Dasar IKN, Kementerian PUPR dapat Anggaran Rp 20,8 Triliun di 2023

Bangun Infrastruktur Dasar IKN, Kementerian PUPR dapat Anggaran Rp 20,8 Triliun di 2023

Whats New
Respons Pernyataan Ketua MPR, Sri Mulyani: Rasio Utang RI Sudah Turun Tajam

Respons Pernyataan Ketua MPR, Sri Mulyani: Rasio Utang RI Sudah Turun Tajam

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.