Subsidi BBM Menjadi Tantangan Pemerintah Baru

Kompas.com - 16/04/2014, 17:13 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) dinilai menjadi biang keladi defisit transaksi berjalan karena tingginya impor BBM.

Citi Country Officer Indonesia Tigor M Siahaan mengatakan masalah subsidi BBM menjadi tantangan pemerintahan yang baru nanti. "Tantangannya adalah subsidi BBM. Ini adalah penyakit kronis, kanker yang harus segera ditanggulangi," kata Tigor di Hotel Four Seasons, Rabu (16/4/2014).

Tigor mengungkapkan, subsidi BBM diperkirakan menelan biaya total Rp 350 triliun pada tahun 2014 ini. Subsidi BBM tersebut, kata Tigor, ada baiknya dialihkan untuk keperluan yang lebih bermanfaat bagi pembangunan Indonesia.

"Dengan mengatasi subsidi BBM itu ada dana yang bisa dialihkan untuk infrastruktur. Kita sangat membutuhkan infrastruktur bukan hanya konektivitas, tapi juga memberi manufacturing base untuk ekspor yang jauh lebih baik dari sekarang," ujar Tigor.

Lebih lanjut, Tigor mengaku tidak mau berspekulasi siapa sosok yang akan terpilih menjadi pemimpin baru Indonesia. Namun, menurut dia siapapun pemimpin yang akan terpilih nanti harus dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi Indonesia saat ini, seperti defisit transaksi berjalan dan reformasi subsidi BBM.

"Siapapun presidennya, saya rasa kalau bisa menghandle masalah-masalah tersebut dan tentu saja ada masalah-masalah lain itu yang diantisipasi market bahwa Indonesia bisa lebih baik," kata Tigor.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X